AI Belum Mampu Menemukan Kehidupan di Planet Lain, Ilmuwan Ungkap Alasannya

2 weeks ago 24
AI Belum Mampu Menemukan Kehidupan di Planet Lain, Ilmuwan Ungkap Alasannya Ilustrasi(Magnific)

KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) sudah menjadi bagian dari pekerjaan keseharian, kini dilibatkan dalam penelitian antariksa. Kemampuan AI mengolah data dalam jumlah sangat besar membuat para ilmuwan mulai mengandalkannya untuk mencari petunjuk keberadaan kehidupan di planet lain. Sayangnya sampai saat ini AI belum mampu menemukan bukti yang benar-benar mengonfirmasi adanya kehidupan di luar Bumi. 

Michael Garrett, profesor astrofisika Universitas Manchester, menjelaskan AI mungkin menjadi salah satu faktor mengapa manusia hingga kini belum menemukan peradaban alien yang memiliki teknologi maju. Pendapat tersebut diperkuat dengan berbagai teori seperti Paradoks Fermi, Hipotesis Kebun Binatang, dan Teori Hutan Gelap yang dikumpulkan para astronom selama lebih dari 60 tahun. 

Kemampuan AI dalam mengolah data yang besar ternyata memiliki kelemahan yang serius. Peneliti menemukan masih terdapat banyak urutan data yang berpotensi mengecoh sistem AI. Kesalahan itu meningkatkan risiko kesalahan dalam proses identifikasi dan klasifikasi. Meski mampu mengolah data astronomi dalam jumlah sangat besar dengan kecepatan tinggi, AI tetap memiliki keterbatasan dalam proses analisis.

Dilansir dari New Scientist, studi terbaru dari peneliti Michigan State University, Christoph Adami menegaskan AI memiliki kelemahan Achilles. Ia bisa melihat sebuah pola dan sepenuhnya salah mengklasifikasikannya. Harus ada manusia yang mengawasi. 

Meski memiliki keterbatasan, AI tetap menjadi teknologi yang sangat dibutuhkan dalam penelitian ini. Kemampuannya mengolah jutaan data dalam waktu singkat membantu ilmuwan mempercepat proses pencarian planet yang berpotensi layak huni maupun tanda-tanda kehidupan di luar Bumi. 

Namun, para peneliti menegaskan hasil analisis AI tidak dapat berdiri sendiri. Pengawasan oleh manusia tetap diperlukan untuk memastikan setiap temuan telah diinterpretasikan secara tepat sebelum dijadikan dasar dalam penelitian ilmiah. (advanced science news/New Scientist/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |