Jakarta, CNN Indonesia --
Tim SAR di China utara melakukan operasi besar-besaran pada Minggu (24/5) untuk menemukan dua orang yang masih hilang setelah ledakan gas di tambang batu bara menewaskan sedikitnya 82 orang.
Pemerintah China menyatakan 82 orang tewas, merevisi pernyataan media sebelumnya jumlah korban sedikitnya 90 orang.
Ledakan di lubang tambang Liushenyu di provinsi Shanxi itu terjadi pada Jumat, ketika 247 pekerja berada di bawah tanah pada saat itu. Media pemerintah China mengatakan ini merupakan bencana pertambangan terburuk dalam hampir dua dekade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan petugas SAR telah bergegas ke lokasi, dengan tim medis membawa 128 orang ke rumah sakit hingga Sabtu malam, diangkut dengan ambulans dan tandu.
AFP menjelaskan polisi memblokir jalan menuju tambang pada Sabtu malam, hanya mengizinkan kendaraan yang berwenang untuk masuk.
Para petugas penyelamat yang mengenakan helm bergantian turun ke lubang tambang sepanjang malam untuk mencari dua pekerja yang hilang, Mereka juga mengirim robot untuk menyelidiki kondisi tambang.
"Selama masih ada harapan, kami akan melakukan segala upaya," kata seorang petugas penyelamat kepada kantor berita pemerintah Xinhua.
Pelanggaran
Otoritas China meluncurkan penyelidikan atas ledakan tersebut, yang terburuk sejak 2009 ketika 108 orang tewas dalam ledakan tambang di provinsi Heilongjiang.
Temuan awal menunjukkan perusahaan yang mengoperasikan tambang tersebut, yang dilaporkan sebagai Shanxi Tongzhou Group, telah melakukan "pelanggaran ilegal serius" menurut pihak berwenang dalam konferensi pers yang disiarkan CCTV.
"Mereka yang terbukti bertanggung jawab akan dihukum berat sesuai dengan hukum dan peraturan," tambah mereka.
Lebih dari setengah pekerja di dalam lubang tambang pada Jumat turun tanpa terdaftar dengan benar. Para penambang biasanya harus menjalani pemeriksaan pengenalan wajah atau mengambil kartu pelacak lokasi sebelum turun.
Seseorang yang "bertanggung jawab atas" perusahaan tersebut telah "ditempatkan di bawah pengawasan sesuai dengan hukum," kata Xinhua.
Bau belerang
Salah satu korban selamat yang terluka, Wang Yong, mengatakan kepada CCTV bahwa ia tidak mendengar suara apa pun tetapi mencium bau belerang ketika ledakan terjadi.
"Saya sama sekali tidak mendengar suara apa pun, tetapi kemudian muncul kepulan asap," kata penambang itu.
"Baunya seperti belerang, seperti ketika orang menyalakan petasan. Ketika asap turun, saya berteriak agar orang-orang berlari," ujar dia.
Ia ingat melihat orang-orang tersedak asap sebelum ia pingsan.
"Setelah lebih dari satu jam, saya sadar sendiri, dan kemudian saya membangunkan orang di sebelah saya" dan keluar, katanya kepada CCTV.
Shanxi, salah satu provinsi termiskin di China, adalah pusat industri pertambangan batubara negara itu.
Keselamatan tambang di China telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir, tetapi kecelakaan masih terjadi di industri di mana protokol keselamatan seringkali longgar dan peraturan tidak jelas.
Pada 2023, runtuhan di tambang batubara terbuka di wilayah Mongolia Dalam utara menewaskan 53 orang.
China adalah konsumen batubara terbesar di dunia dan penghasil gas rumah kaca terbesar.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
4































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539716/original/098116100_1774614737-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361597/original/099996000_1758788431-bojan.jpg)
