40 Ribu Pompa Tambahan Disiapkan untuk Hadapi El Nino

5 hours ago 4

KEMENTERIAN Pertanian akan mengoptimalkan pengoperasian 80.158 unit pompa air yang telah disalurkan pada 2025 kepada kelompok tani untuk menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino ekstrem mulai April 2026 secara nasional. Pemerintah segera menambah sekitar 40 ribu unit pompa air guna mengantisipasi potensi kemarau panjang tahun ini.

“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, enggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ditemui di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 5 April 2026, seperti dikutip Antara.

Dia menegaskan Indonesia memiliki pengalaman kuat dalam menghadapi El Nino, sehingga mampu menjaga stabilitas produksi pangan nasional melalui berbagai strategi adaptasi dan mitigasi yang terukur.

"(El Nino) Godzilla kan katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman (di tahun) 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino," kata Amran Sulaiman.

Amran mengatakan dampak cuaca ekstrem panas mulai dirasakan dan berpotensi mempengaruhi produksi pertanian. Namun, pemerintah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menekankan berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk memperkuat sistem produksi, mulai dari peningkatan pompanisasi hingga optimalisasi lahan rawa.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, karena pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi yang terukur. “Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegasnya.

Selain itu, ia menegaskan ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi sangat kuat didukung dengan stok beras yang melimpah. Stok beras pemerintah yang tersimpan di gudang Perum Bulog mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, menyentuh angka 4,5 juta ton di awal April 2026.

Selain stok di gudang pemerintah, Amran mengungkapkan ketersediaan pangan yang tersebar di sektor lain serta potensi produksi yang sedang berjalan. “Yang kedua adalah yang ada di Horeka (hotel, restoran, kafe/katering) sesuai data kita yang kelola itu 12,5 juta ton. Kemudian standing crop kita yang ditanam sekarang siap panen, itu 11 juta ton. Berarti sudah 23 juta ton,” katanya.

Dengan total ketersediaan tersebut, ia memperkirakan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang panjang, bahkan melampaui periode puncak kekeringan.

“Artinya 11 bulan ke depan ini aman. Stok untuk rakyat Indonesia 11 bulan ke depan aman. Sedangkan kekeringan 6 bulan. Berarti aman kan?” ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |