3 Orang Tewas dan Ratusan Ribu Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Prancis dan Spanyol

1 hour ago 1
3 Orang Tewas dan Ratusan Ribu Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Prancis dan Spanyol Kebakaran hutan hebat melanda wilayah Bordeaux di Prancis dan Spanyol, memaksa ratusan ribu warga mengungsi dan menewaskan tiga orang.(EMU)

PETUGAS pemadam kebakaran berjuang keras memadamkan kebakaran hutan skala besar yang mendekati Kota Bordeaux, Prancis. Bencana ini telah memaksa puluhan ribu warga mengungsi di tengah gelombang kebakaran hutan yang juga melanda wilayah Spanyol.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyatakan situasi di wilayah tersebut tetap "sangat tidak menguntungkan" dan api bergerak tidak menentu menuju Bordeaux. Pada Minggu malam, sekitar 55.000 warga dievakuasi dari desa-desa di selatan Bordeaux, wilayah Gironde. Secara keseluruhan, lebih dari 220.000 orang telah dievakuasi di kawasan barat daya Prancis.

Komandan operasi pemadaman, Kapten Nicolas Braz, mengungkapkan keganasan kobaran api yang sangat sulit dikendalikan.

"Api ini menciptakan anginnya sendiri - lengkap dengan pusaran angin. Ini tidak menentu dan tidak dapat dikendalikan," ujar Braz.

Di Kota Le Porge, lebih dari 150 rumah hancur akibat dilalap si jago merah. Seorang relawan setempat, Nathalie Augonnet, menyatakan keprihatinannya atas dampak bencana ini.

"Saya merasa sedikit hancur untuk kota yang indah ini, untuk hutan-hutannya, satwa liarnya, dan untuk orang-orang yang telah kehilangan begitu banyak," kata Augonnet.

"Saat ini kami fokus mengambil tindakan, jadi kami tidak benar-benar punya waktu untuk berpikir. Saya pikir bagian tersulit akan datang setelahnya, selama masa rekonstruksi," tambahnya.

Sejauh ini, 42.000 hektar lahan terbakar di barat daya Prancis, menjadikannya salah satu kebakaran hutan terbesar sejak Perang Dunia Kedua. Dua petugas pemadam kebakaran dilaporkan tewas saat menjinakkan api di dekat Bordeaux.

Dampak kebakaran ini juga mengganggu aktivitas transportasi. Penerbangan di Bandara Bordeaux mengalami penundaan dan pembatalan akibat pembatasan ruang udara demi mendukung operasi pemadaman. Selain itu, rute etape terakhir balap sepeda Tour de France di Paris dipangkas dari 133 km menjadi 89 km untuk mengalihkan personel keamanan ke lokasi kebakaran.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi para korban.

"Prancis akan membangun kembali dan pemerintah akan ada di sana selama yang dibutuhkan," tegas Macron.

Spanyol Alami Kebakaran Terburuk dalam Sejarah

Situasi serupa terjadi di Spanyol, di mana lebih dari 90.000 warga dievakuasi dari wilayah sekitar Madrid dan Ávila. Menteri Transisi Ekologis Spanyol, Sara Aagesen, menyebutkan sekitar 77.000 hektar lahan telah terdampak, dengan kebakaran di Ávila menjadi yang terbesar dalam sejarah terbaru negara tersebut.

Olga Congacha, 50, warga Desa Robledo de Chavela yang terpaksa mengungsi, menggambarkan kepanikan saat harus meninggalkan rumahnya.

"Saya tidak tahu apakah harus menangis atau bagaimana. Itu adalah momen ketika Anda merasa sangat buruk," tuturnya.

Presiden Regional Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menyebut bencana ini sebagai "kebakaran terburuk dalam sejarah wilayah tersebut." Satu warga sipil dilaporkan tewas di wilayah Valencia akibat insiden ini.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan bahwa "jam-jam sulit masih membayang di depan," seraya menekankan perlunya "kesepakatan publik berskala besar mengenai darurat iklim." (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |