2 Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Dibayar Rp 9 Juta

3 hours ago 2

KEPOLISIAN Resor atau Polres Metro Bekasi mengungkapkan bahwa dua pelaku penyiraman air keras terhadap Tri Wibowo di Bekasi, MS dan SR, dibayar Rp 9 juta oleh pelaku utamanya. Yang membayar untuk melukai korban adalah pria berinisial PBU. 

“Melukai korban dengan iming-iming bayaran Rp 9 juta,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Komisaris Besar Sumarni dalam konferensi pers pada Jumat, 3 April 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sehari setelah penyiraman air keras, ketiga pelaku bertemu di sebuah restoran cepat saji. Ketika itu PBU memberikan uang sebesar Rp 9 juta secara tunai kepada MS dan SR sebagaimana yang dijanjikan. Mereka membagi dua uang itu, sehingga masing-masing mendapatkan Rp 4,5 juta. 

Sumarni menjelaskan, ada empat kali pertemuan yang digelar para pelaku untuk merencanakan kejahatan tersebut. Pertemuan pertama terjadi pada akhir Februari 2026. Tersangka PBU dan MS bertemu di sebuah warung kopi untuk membahas bahwa PBU memiliki dendam terhadap korban. 

Pertemuan kedua terjadi pada awal Maret 2026. PBU ketika itu mengenalkan tersangka MS kepada SR untuk menawarkan pekerjaan melukai korban dengan iming-iming bayaran Rp 9 juta. MS dan SR pun menyetujuinya. 

Kemudian, pertemuan ketiga terjadi pada 18 Maret 2026 di warung kopi yang sama. Mereka membahas bagaimana cara melukai korban. MS memberikan saran agar korban dipukul menggunakan balok, namun PBU tak setuju lantaran bisa mengakibatkan meninggal dunia karena korban mengalami stroke. 

Akhirnya, PBU memberikan ide untuk melukai korban menggunakan air keras. MS dan SR setuju. Lalu, pada 20 Maret 2026, mereka bertemu lagi di rumah PBU. Mereka membahas mengenai rute pelaksanaan penyiraman dan rute untuk keluar dari perumahan tersebut. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang pembuangan alat-alat atau barang bukti yang digunakan ketika menyiramkan air keras. 

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Saat itu, korban hendak melaksanakan ibadah salat subuh di musala dan melintasi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 04.40 WIB. Lalu, ada orang tak dikenal datang dengan mengendarai satu unit sepeda motor dan menghampiri korban dari arah yang berlawanan. 

“Kemudian menyiram korban dengan diduga air keras, sehingga mengenai area bagian muka korban serta bagian perut dan area belakang tubuh korban,” kata Sumarni. 

Tak lama, ada warga sekitar yang melihat korban merintih kesakitan. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit dan peristiwa itu dilaporkan ke Kepolisian Sektor atau Polsek Tambun Selatan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |