Wakil BKPM Yakin KEK Samota di NTB Akan Tarik Investasi Baru

4 hours ago 2

WAKIL Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menyatakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Saleh-Moyo-Tambora (Samota) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, perlu didukung kesiapan ekosistem investasi, mulai dari kepastian lahan, infrastruktur, hingga keberadaan investor yang siap merealisasikan investasinya.

Ia optimistis KEK Samota dapat menjadi magnet investasi baru di Indonesia Timur, khususnya untuk sektor pariwisata dan ekonomi biru. Pengusulan KEK Samota tidak hanya untuk menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga membangun kawasan investasi yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, menarik investasi jangka panjang, serta membuka lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Todotua, usulan pengembangan KEK Samota harus kita tempatkan dalam konteks yang lebih luas. "Kawasan ini harus mampu menjadi instrumen untuk mengoptimalkan keunggulan kawasan sekaligus mendukung arah kebijakan investasi nasional yang memberikan perhatian pada sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 25 Juli 2026, dikutip dari Antara.

Todotua menjelaskan, investasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah telah menargetkan realisasi investasi sekitar Rp 13.032,8 triliun selama periode 2025–2029 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.

Adapun hingga semester I tahun 2026, realisasi investasi nasional telah mencapai Rp 1.040,6 triliun atau 49,5 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun. Realisasi tersebut juga menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Pemerintah mengklaim distribusi investasi semakin merata, dengan 50,2 persen realisasi berada di luar Pulau Jawa.

Provinsi NTB, kata Todotua, memiliki posisi yang semakin strategis dalam peta investasi nasional. Selama periode 2021 hingga triwulan II tahun 2026, realisasi investasi di NTB telah mencapai sekitar Rp 216,7 triliun.

Sementara itu, pada semester I 2025, realisasi investasi di NTB mencapai Rp 32,9 triliun. Khusus sektor pariwisata, realisasi investasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun, menjadikan NTB termasuk lima besar provinsi tujuan investasi di sektor tersebut.

Pengembangan kawasan Samota juga didukung dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi NTB tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB Tahun 2024–2044 yang mengatur pengembangan kawasan Samota. 

Lebih jauh, Todotua menilai Kabupaten Sumbawa memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai kawasan investasi baru. Wilayah tersebut berada di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadikannya strategis sebagai simpul logistik dan distribusi regional yang menghubungkan kawasan Indonesia bagian barat dan timur.

Selain itu, Samota memiliki potensi pengembangan ekonomi berbasis pariwisata premium, ekonomi biru, hingga hilirisasi sektor perikanan dan agro-maritim. Menurut dia, pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. "Yang paling penting adalah memastikan bahwa kawasan tersebut layak secara ekonomi dan finansial, memiliki kepastian lahan, mempunyai rencana bisnis yang jelas, didukung infrastruktur yang memadai, serta memiliki investor yang siap merealisasikan investasinya."

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |