Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pria Iran yang terluka dan rumahnya hancur akibat serangan Amerika Serikat menjadi sorotan setelah menawarkan makanan kepada jurnalis.
Dalam video yang diunggah oleh Middle East Eye, terlihat jurnalis itu diajak masuk ke dalam rumah pria yang telah mengalami kerusakan parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayo, biar saya ambilkan sesuatu untuk dimakan," ujar Pria itu.
Namun, tawaran itu sempat ditolak oleh jurnalis yang merasa sungkan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kebaikan hati pria tersebut.
"Sesuatu untuk dimakan? Tidak perlu, Pak. Terima kasih. Tuhan memberkati Anda. Saya sangat menghargai kebaikan Anda," kata jurnalis tersebut.
Sambil merekam kondisi rumah yang rusak, jurnalis itu menyoroti situasi pria itu yang tetap berusaha berbagi meski berada dalam kondisi sulit.
"Ini kondisi hidupnya saat ini, dan ketika saya sedang meliput, dia justru menawarkan apa pun yang ada di dalam kulkasnya," ujarnya.
Jurnalis itu juga menegaskan ia hanya menjalankan tugas peliputan dan tidak meminta apa pun dari pria tersebut. Ia bahkan sempat meminta pria itu untuk menutup kembali kulkasnya.
Namun, pria itu tetap membuka kulkas dan mengambil beberapa makanan yang tersedia.
"Lihat, masih ada buah di sini," ujarnya sambil menyerahkan jeruk dan pir kepada jurnalis tersebut.
Video itu pun menjadi viral di media sosial dan menuai perhatian luas karena menggambarkan sikap kemanusiaan di tengah situasi konflik.
Serangan udara gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari telah menimbulkan banyak kerugian kepada warga Iran.
Serangan itu menyebabkan korban jiwa termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan sektor penerbangan.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

17 hours ago
2
















































