Trump Sinyal Perang Segera Berakhir, Iran Minta Ganti Rugi Rp4.628 T

11 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan perang dengan Iran bisa berakhir dalam waktu dekat.

Hal itu diutarakan Trump kepada Fox News pada Rabu (14/4), ketika negosiasi AS-Iran putaran pertama di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai mufakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir ini (perang dengan Iran) sebentar lagi akan berakhir, ya. Maksud saya, saya melihat ini sudah sangat dekat akhir (perang)," paparnya dalam sebuah klip yang diunggah media AS tersebut seperti dikutip Al Jazeera.

Trump mengeklaim perang yang diluncurkan AS berhasil menghancurkan Iran. Ia bahkan menilai butuh waktu 20 tahun bagi Iran untuk membangun kembali dampak kerusakan yang disebabkan serangan-serangan AS-Israel sejak 28 Februari lalu.

"Dan kami belum selesai. Kita lihat apa yang akan terjadi. Saya pikir mereka sangat menginginkan sebuah kesepakatan," kata Trump.

Di tengah banyak pihak yang menganggap AS salah strategi hingga menilai kalah dalam peperangan ini, Trump membela keputusannya itu.

[Gambas:Video CNN]

Trump berdalih jika dia tidak membuat AS berperang dengan Iran, negara Timur Tengah itu saat ini sudah memiliki senjata nuklir.

"Dan jika dia punya sebuah senjata nuklir, Anda akan memanggil semua orang di sana (Iran), 'pak'. Dan Anda tidak mau itu sampai terjadi kan," ucap Trump.

Sementara itu, Iran menuntut ganti rugi sebanyak US$270 miliar (sekitar Rp4.682,2 kuadriliun) sebagai bagian dari syarat menuju perdamaian dengan AS. Tuntutan ganti rugi ini muncul kala AS-Iran tengah berupaya menggelar perundingan damai putaran kedua yang rencananya digelar akhir pekan ini.

Tuntutan itu diminta Iran menyusul kerugian besar akibat perang yang terjadi selama lebih dari satu bulan.

Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir-Saeid Iravani meminta lima negara Arab memberikan kompensasi atas dugaan keterlibatan mereka dalam konflik itu.

Lima negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Yordania.

Irvani mengeklaim sejumlah negara itu telah melanggar hukum internasional sehingga wajib memberikan kompensasi penuh atas kerugian Iran.

Bentuk kompensasi itu mencakup kerusakan material serta non material seperti moral, sebagaimana dilaporkan Associated Press.

Perang antara AS-Israel dan Iran yang melibatkan Israel pecah pada 28 Februari dan berlangsung selama sekitar 40 hari.

Setelah itu, kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 8 April dan melanjutkan ke tahap negosiasi damai.

Namun, perundingan putaran pertama pada Minggu (12/4) belum menghasilkan kesepakatan, dan belum ada kepastian jadwal lanjutan.

Selama perang, Iran juga meluncurkan serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah serta menembakkan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Irak, Oman, dan Qatar.

Sejumlah negara itu mengecam serangan Iran dan menegaskan tidak terlibat dalam konflik maupun melakukan serangan langsung ke Iran.

(rnp/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |