Trump Sindir Joe Kent: Bilang Iran Bukan Ancaman, Dia Tidak Pintar

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyindir Joe Kent setelah mundur dari jabatan Direktur Badan Anti-terorisme Nasional AS pada Selasa (17/3).

Kent memutuskan mundur dari jabatan yang dipegangnya sejak 31 Juli 2025. Kent mundur karena tidak sepakat dengan keputusan Trump untuk memulai perang melawan Iran.

"Saya tidak mendapat hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat," ujar Kent dalam surat pengunduran dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons pengunduran diri Kent, Trump justru merasa senang. Trump menyindir Kent sebagai sosok yang tidak pantas menduduki jabatan Direktur Badan Anti-terorisme Nasional AS karena tidak bisa melihat ancaman Iran.

"Saya selalu berpikir dia [Kent] orang baik, tapi dia lemah dalam pengamanan. Saya tidak kenal dia dengan baik, tapi sepertinya dia orang yang baik. Ketika saya melihat pernyataan mundurnya, maka bagus kalau dia sudah mundur, karena dia mengatakan 'Iran bukan ancaman'. Iran adalah ancaman bagi setiap negara," ujar Trump dikutip dari CNN.

Di tengah panas perang melawan Iran, Trump menyebut AS tidak butuh sosok seperti Joe Kent. Trump menyebut Kent bukan sosok yang pintar.

"Ini keputusan yang bagus, karena dia sangat lemah dalam hal keamanan. Ketika seseorang yang bekerja dengan kita mengatakan bahwa mereka tidak menganggap Iran sebagai ancaman, kita tidak menginginkan orang-orang itu. Dia bukan orang yang pintar, atau mereka bukan orang yang berpengalaman," ucap Trump.

Pengunduran diri Kent merupakan teguran paling menonjol terhadap upaya perang melawan Iran dari orang dalam pemerintahan Trump.

Sebelumnya, Kepala Kebijakan AI Gedung Putih, David Sacks, juga sempat memberi saran kepada Trump agar AS "menyatakan kemenangan dan keluar" dari perang melawan Iran.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan kemenangan dan keluar [dari perang lawan Iran]. Saya setuju bahwa kita harus mencoba menemukan jalan keluar," kata Sacks dalam program All-In Podcast, Jumat (13/3), dikutip dari Reuters.

(har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |