Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya tidak membutuhkan bantuan pihak lain untuk mengamankan Selat Hormuz, meski sebelumnya ia sempat mengajak negara-negara lain membentuk koalisi internasional di tengah konflik dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di Oval Office dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irlandia Michael Martin. Di hadapan wartawan, Trump menegaskan bahwa Washington mampu menangani situasi tersebut secara mandiri.
"Kami tidak terlalu membutuhkan bantuan, bahkan kami tidak membutuhkan bantuan," kata Trump menukil Al-Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga melontarkan kritik kepada sejumlah sekutu utama, seperti Inggris, Prancis, serta aliansi NATO, yang menolak bergabung dalam koalisi yang diusulkannya.
"Padahal kami sudah banyak membantu mereka, kami memiliki ribuan tentara di berbagai negara di seluruh dunia, tetapi mereka tidak ingin membantu kami. Itu luar biasa," ujarnya.
Sebelumnya, Trump mengajak negara-negara yang memiliki kepentingan di Selat Hormuz untuk bergabung dalam koalisi angkatan laut guna memastikan jalur pelayaran tetap terbuka.
Selat sempit yang berada di antara Iran dan Semenanjung Arab itu merupakan jalur vital, dilalui sekitar 20 hingga 30 persen pasokan minyak dunia.
Trump sempat mengklaim bahwa "sejumlah negara" telah menyatakan kesediaan bergabung. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai anggota koalisi tersebut.
Ia menyebut dukungan datang dari sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain, serta menegaskan kemitraan erat dengan Israel. Meski demikian, belum ada konfirmasi publik bahwa negara-negara tersebut resmi bergabung dalam koalisi.
Trump juga tidak memberikan jadwal pasti terkait berakhirnya konflik, namun memperkirakan Iran membutuhkan waktu hingga satu dekade untuk pulih.
"Kami belum siap untuk pergi, tetapi kami akan segera pergi dalam waktu dekat," katanya.
Penolakan sekutu
Di sisi lain, sejumlah negara Eropa secara terbuka menolak ajakan tersebut. Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya tidak akan terlibat dalam operasi militer di Selat Hormuz.
"Kami bukan bagian dari konflik ini, dan karena itu Prancis tidak akan ikut dalam operasi membuka atau membebaskan Selat Hormuz dalam konteks saat ini," ujar Macron.
Penolakan serupa juga datang dari Inggris. Trump mengaku "kecewa" terhadap Perdana Menteri Keir Starmer yang meragukan keterlibatan negaranya dalam koalisi tersebut.
Selain itu, sejumlah negara lain seperti Jerman, Italia, Spanyol, Australia, Polandia, Jepang, dan Korea Selatan juga menyatakan belum siap bergabung atau masih perlu melakukan kajian lebih lanjut.
Trump bahkan melontarkan kritik paling keras kepada NATO, yang selama ini kerap ia soroti, terutama terkait kontribusi finansial Amerika Serikat dan dukungan terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.
"Saya pikir NATO membuat kesalahan yang sangat bodoh," kata Trump.
Ia menambahkan bahwa situasi ini menjadi "ujian besar" bagi aliansi tersebut.
"Kami tidak membutuhkan mereka, tetapi seharusnya mereka ada untuk kami," ujarnya.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
3







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









