Ali Larijani Tewas dalam Serangan Udara Israel saat Kunjungi Anak

9 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyatakan politikus senior Ali Larijani tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel saat ia berada di kawasan pinggiran Teheran pada Selasa (17/3).

Melansir Reuters, Rabu (18/3), Larijani tewas ketika sedang mengunjungi putrinya di wilayah timur ibu kota.

Serangan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larijani (67) tidak berada di fasilitas militer atau pemerintahan saat serangan terjadi. Ia disebut tengah melakukan kunjungan pribadi ke rumah keluarganya ketika serangan udara menghantam lokasi tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz sebelumnya juga mengklaim Larijani tewas dalam serangan Israel.

Detail teknis serangan tidak diungkap secara rinci, namun laporan menyebut serangan dilakukan melalui operasi udara yang menargetkan lokasi spesifik di pinggiran Teheran.

Klaim Israel terkait operasi tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel Katz, yang menyebut Larijani menjadi sasaran dalam serangan yang dilakukan pada hari yang sama.

Tokoh Penting Iran

Larijani merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam sistem politik Iran. Ia dikenal sebagai arsitek kebijakan keamanan nasional dan penasihat dekat pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebelum wafat dalam serangan udara bulan lalu.

Sepanjang kariernya, Larijani pernah memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, menjadi ketua parlemen selama 12 tahun, serta terlibat langsung dalam negosiasi nuklir Iran dengan negara-negara Barat.

Ia juga memiliki latar belakang militer sebagai komandan Korps Garda Revolusi Iran saat perang Iran-Irak pada 1980-an.

Larijani termasuk pejabat pertama yang angkat bicara setelah serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari lalu. Ia menuduh serangan tersebut sebagai upaya untuk melemahkan dan merampas kedaulatan Iran.

Ia pun memperingatkan potensi aksi protes domestik di tengah situasi perang, serta menegaskan sikap keras Iran terhadap pihak luar.

Kebijakan nuklir yang ia bantu rancang sebelumnya bertujuan mengembangkan kemampuan atom Iran tanpa memicu serangan langsung. Namun, serangan terbaru ini dinilai mencerminkan kegagalan strategi tersebut.

Larijani sebelumnya juga sempat dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat terkait dugaan perannya dalam penindasan aksi protes besar di Iran yang menewaskan ribuan orang.

(anm/sfr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |