Sering Tak Disadari, Ini Tanda Kamu Menjadi Korban Manipulasi

4 hours ago 4

CANTIKA.COMJakarta - Hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang bagi setiap individu untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Namun dalam beberapa kasus, seseorang bisa saja terjebak dalam hubungan yang manipulatif tanpa benar-benar menyadarinya. Manipulasi sering kali berlangsung secara halus, perlahan menggerus rasa percaya diri hingga kebebasan seseorang.

Psikolog Agata Paskarista menjelaskan bahwa tanda awal seseorang mengalami manipulasi dapat terlihat dari perubahan dalam dirinya. Menurut Agata, jika dilihat dari sudut pandang korban, indikasi utama manipulasi adalah ketika seseorang mulai merasa kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

“Salah satu indikasi seseorang mengalami manipulasi adalah ketika dia merasa tidak bebas lagi menjadi dirinya. Tidak ada ruang bagi dirinya sendiri, dirinya semakin mengkerdil, baik secara emosional, sudah tidak bisa melakukan hobinya lagi, bahkan mungkin sudah tidak bisa mempercayai dirinya sendiri karena yang dia percayai selalu diputarbalikkan oleh orang lain,” jelas Agata saat ditemui Cantika di 

Kondisi tersebut sering membuat korban perlahan menjauh dari hal-hal yang sebelumnya membuatnya bahagia, termasuk aktivitas pribadi maupun lingkaran sosialnya.

Psikolog Agata Paskarista di acara media gathering Beauty That Moves: International Women’s Day pada Kamis, 5 Maret 2026 di Jakarta/Foto: Doc. L’Oréal Indonesia

Tiga Perubahan yang Perlu Diwaspadai

Manipulasi juga dapat dikenali dari perubahan perilaku seseorang. Agata menyebutkan ada tiga jenis perubahan yang biasanya muncul, yaitu perubahan emosional, perilaku, dan relasional. Perubahan emosional biasanya terlihat dari sikap yang lebih murung, sensitif, atau menjadi lebih pendiam dari biasanya. Seseorang yang sebelumnya terbuka bisa tiba-tiba menjadi tertutup dan enggan bercerita.

Sementara itu, perubahan perilaku dapat terlihat dari kecenderungan mengisolasi diri. Misalnya, seseorang yang biasanya bersosialisasi setelah bekerja tiba-tiba memilih langsung pulang dan menghindari interaksi dengan teman-temannya.

“Bisa saja dia dimanipulasi oleh pasangan, misalnya diberi larangan untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang lain,” kata Agata.

Perubahan relasional juga menjadi tanda penting. Dalam hubungan manipulatif, pelaku cenderung ingin mengontrol berbagai aspek kehidupan pasangan, mulai dari keputusan kecil hingga besar.

Misalnya, pasangan selalu ikut dalam setiap aktivitas, mengatur keputusan, atau mendominasi pilihan yang seharusnya bisa diputuskan bersama. Akibatnya, korban tidak lagi memiliki ruang untuk menentukan keinginannya sendiri.

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Orang Terdekat?

Peran lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu seseorang yang diduga mengalami manipulasi. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mendekati mereka secara empatik dan membuka percakapan.

Agata menyarankan agar teman atau orang terdekat menanyakan perasaan mereka secara langsung dan memberi ruang untuk bercerita. “Tanyakan apa yang mereka rasakan dan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah didengarkan, ciptakan ruang aman bagi dia,” ujarnya.

Selain itu, jika kondisi terlihat membutuhkan pendampingan lebih lanjut, orang terdekat dapat membantu mengarahkan korban untuk mencari bantuan profesional atau lembaga yang menyediakan dukungan bagi penyintas kekerasan dan manipulasi dalam hubungan.

Yang terpenting, dukungan emosional dari lingkungan dapat menjadi langkah awal bagi seseorang untuk kembali menemukan keberanian dan kendali atas hidupnya.

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |