Rieke Diah Pitaloka: Film Seni Merayu Tuhan Menguatkanku

18 hours ago 4

AKTRIS Rieke Diah Pitaloka membagikan pengalamannya saat memerankan tokoh Halimah dalam film Seni Merayu Tuhan. Ia mengaku karakter tersebut memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan kehidupan pribadinya sebagai seorang ibu tunggal yang sedang mendampingi anak-anaknya tumbuh dewasa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Rieke, kisah hidup Halimah sangat relevan dengan realitas yang kerap dihadapi para orang tua. Karakter tersebut menggambarkan perjuangan seorang ibu dalam memahami fase pertumbuhan anak remaja yang sedang berproses mencari jati diri dan bertahap menuntut kemandirian.

"Syuting ini menguatkan aku banget. Bahwa, sebenarnya anak itu tidak sedang membuang ibunya, tapi memang dia sedang ada dalam fase dia mencari jati dirinya, dia menjauh bukan membenci, itu juga hal yang tidak mudah tapi itu fase kehidupan setiap manusia," ujar Rieke kepada Tempo, Selasa, 21 Juli 2026.

Belajar Keikhlasan dan Menyebarkan Kebaikan

Lewat peran Halimah, Rieke mengaku belajar banyak tentang pentingnya keikhlasan dan kepasrahan kepada Tuhan dalam mengasuh anak. Ia menyadari bahwa kekhawatiran berlebih terhadap perubahan sikap anak remaja merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi beban yang merenggut kedamaian hati seorang ibu.

Rieke Diah Pitaloka (kiri) dan Lutesha dalam kunjungan media di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta, 21 Juli 2026. Tempo/Charisma Adristy

Selain memberikan pembelajaran secara personal, Rieke juga mengadopsi kebiasaan positif dari tokoh yang diperankannya, yaitu tradisi berbagi melalui gerakan Jumat Berkah. Rieke terinspirasi untuk memanfaatkan waktu dan kemampuannya demi membantu sesama, seperti memberikan pendampingan gratis bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang secara digital.

"Sebelum jumatan, aku buka endorse untuk UMKM, terus kami sharing, timku ajarin mereka yang belum punya marketplace jualan secara digital, bagaimana menjadi affiliator. Jadi, menurut aku Halimah itu benar-benar mempengaruhi aku untuk lebih tenang menghadapi situasi," ungkap aktris yang populer lewat peran Oneng tersebut.

Pesan Spiritual dan Refleksi Kesehatan Mental Bagi Generasi Muda

Film Seni Merayu Tuhan sendiri diadaptasi dari buku motivasi karya Habib Jafar. Rieke menilai jajaran tim produksi berhasil mengolah pesan-pesan spiritualitas dari buku tersebut menjadi sebuah narasi audio visual yang hangat, tanpa memberikan kesan menggurui kepada para penonton.

Di samping menyoroti hubungan keluarga dan refleksi ketuhanan, Rieke menyampaikan pesan mendalam bagi generasi muda yang sering menghadapi tekanan mental dan kegalauan hidup. Ia mengimbau anak-anak muda agar tidak mudah menyerah atau mengambil keputusan fatal saat berada di titik terendah.

"Ketika kamu merasa kamu lagi patah, ya nangis. Ketika kamu capek, ya istirahat.Tapi bukan berarti kamu menghentikan semuanya atas nama mental illness. Percaya aja, mentalmu akan sembuh ketika kamu mengatakan sesulit apapun, seburuk apapun aku. Sebagai manusia, tetap ada hal yang tidak akan pernah meninggalkan aku. Siapa? Ibuku, orang tuaku, khususnya ibu dan juga Tuhan,ucap anggota Komisi XIII DPR itu.

Film Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Film ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan layar lebar, tetapi juga menjadi refleksi kolektif bagi masyarakat mengenai arti penting hubungan keluarga, kemanusiaan, dan spiritualitas.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |