Putusan CAS Terungkap! Persib Kalah dari Daisuke Sato sebelum Dibanned FIFA, Harus Bayar Rp2,7 Miliar Plus Bunga 5 Persen

9 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Hukuman dari FIFA kepada Persib Bandung kemungkinan berakar dari kekalahan tim berjuluk Maung Bandung itu dalam sengketa kontrak melawan mantan pemainnya, Daisuke Sato, di Pengadilan Arbitrasi Olahraga atau CAS.

Putusan CAS pada 16 Maret 2026 setebal 24 halaman berisikan penolakan pokok keberatan Persib dan menyatakan Sato memiliki alasan yang sah untuk mengakhiri kontraknya pada Januari 2024.

Sengketa itu lalu menjadi dasar kewajiban kompensasi yang harus dipenuhi Persib.

Kasus bermula ketika Persib melakukan perubahan komposisi pemain asing pada pertengahan musim BRI Liga 1 2023/2024.

Setelah kedatangan Stefano Beltrame dan Kevin Mendoza, posisi Sato menjadi tidak menentu.

Dalam pertimbangannya, CAS menyebut Sato berulang kali meminta penjelasan terkait status registrasinya di BRI Liga 1.

Tim nasional Brasil memulai pemusatan latihan di Granja Comary, Teresópolis, Brasil, Rabu (27/05/2026) sebagai persiapan menuju Piala Dunia 2026 di bawah pelatih Carlo Ancelotti, dengan kehadiran Neymar bersama para pemain seperti Thiago Silva, Case...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Hak Pesepak Bola Profesional

Namun, Persib dinilai tidak pernah memberikan jawaban yang tegas mengenai apakah pemain asal Filipina itu masih terdaftar atau tidak.

Majelis arbitrase menganggap bukti-bukti yang ada menunjukkan Sato memang tidak lagi terdaftar di BRI Liga 1.

Satu di antara pertimbangan penting adalah Persib tetap melengkapi kuota enam pemain asing setelah mendaftarkan Mendoza.

CAS menyimpulkan bahwa Sato telah dicoret dari registrasi BRI liga 1 pada atau setelah 28 November 2023. Situasi itu membuatnya kehilangan kesempatan tampil bersama bersama Persib.

Arbiter tunggal, James Kitching, mengatakan hak pesepak bola profesional tidak hanya terbatas pada menerima gaji dan mengikuti latihan. Pemain juga memiliki hak untuk tersedia dan berpartisipasi dalam kompetisi resmi.

"Atlet profesional memiliki hak dasar sebagai pribadi untuk menjalankan profesinya di bidang olahraga," ujarnya.

"Dengan mencoret registrasi seorang pemain, klub pada dasarnya menutup akses pemain tersebut untuk berkompetisi," jelasnya.

Tidak Dapat Dibenarkan

CAS menilai kondisi yang ditawarkan Persib kepada Sato saat itu tidak dapat dibenarkan. Meski tetap menerima gaji dan berlatih, Sato dianggap berada dalam situasi yang membuatnya tidak dapat menjalankan profesinya secara penuh.

Dalam satu di antara bagian putusan, arbiter bahkan mengkritik sikap Persib yang tidak memberikan kejelasan mengenai status pemain tersebut.

Maung Bandung dinilai membiarkan Sato berada dalam ketidakpastian terkait masa depannya sebagai pesepak bola profesional.

Atas dasar itu, CAS menyatakan Sato memiliki just cause atau alasan yang sah untuk mengakhiri kontraknya pada 3 Januari 2024.

Dengan begitu, Persib dianggap sebagai pihak yang melakukan pelanggaran kontrak.

Total Kompensasi

Namun, CAS mengabulkan sebagian banding Persib terkait besaran kompensasi. Nilai ganti rugi yang sebelumnya ditetapkan FIFA sebesar Rp3,09 miliar dikurangi setelah CAS memasukkan pendapatan Sato bersama klub-klubnya di Filipina setelah meninggalkan Maung Bandung.

Hasil akhirnya, Persib diwajibkan membayar kompensasi sebesar Rp2.719.878.000 ditambah bunga lima persen per tahun sejak 3 Januari 2024 hingga pembayaran dilakukan.

Perkiraan bunga yang sudah berjalan mencapai Rp327,5 juta sehingga total kewajiban Persib saat ini secara kasar menjadi Rp3.047.381.118.

Putusan tersebut sekaligus mengukuhkan kemenangan Daisuke Sato dalam sengketa yang diyakini menjadi pangkal munculnya larangan registrasi pemain baru dari FIFA terhadap Persib.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |