Pramono Ungkap Peruntukkan Dana Rp 3,5 Triliun dari Surat Utang

7 hours ago 1

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah atau surat utang daerah senilai Rp3,5 triliun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan difokuskan untuk membiayai program prioritas, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

Pramono Anung mengatakan dana tersebut tidak akan digunakan untuk kegiatan yang bersifat komersial maupun pengembangan bisnis. “Intinya uang itu digunakan tiga hal tadi, yang berkaitan dengan bantalan sosial, termasuk subsidi untuk warga tidak mampu, kesehatan, dan pendidikan,” ujar dia dalam sesi wawancara bersama Tempo di Balai Kota Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Politikus Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia itu menjelaskan, mencari sumber pembiayaan alternatif di tengah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama setelah adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp15 triliun.

Pramono kemudian memaparkan sejumlah program yang selama ini menjadi tanggungan APBD Jakarta. Di sektor kesehatan, Pemerintah Jakarta menanggung pembiayaan layanan gratis di 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas kecamatan, serta 292 puskesmas pembantu.

Sementara di sektor pendidikan, pemerintah daerah membiayai ratusan ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA, program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi sekitar 15 ribu mahasiswa, serta rencana perluasan beasiswa LPDP Jakarta untuk 75 penerima yang akan melanjutkan studi ke luar negeri.

“Kalau dengan kondisi APBD yang kepotong Rp 15 triliun seperti sekarang, ya susah, berat, lah,” kata dia.

Meski demikian, Pramono tetap optimistis  terhadap kemampuan fiskal daerah dalam mengelola dan membayar kewajiban obligasi tersebut. Bahkan, dia berujar, jika penerbitan obligasi daerah ini berjalan sukses, pemerintah provinsi membuka kemungkinan untuk menerbitkan tahap lanjutan.

“Jakarta pasti mampu untuk membayar obligasinya, karena kemampuan kita ada. Trust pasar juga sudah mulai terbentuk," ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |