Polisi tidak Menemukan Racun di Klinik Tempat Sutrimo Tewas

5 hours ago 1

POLISI menyatakan tidak menemukan barang bukti berupa racun dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klinik itu merupakan lokasi tewasnya Sutrimo, yang diduga kepala rumah tangga (karumga) kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri menggelar olah TKP selama sekitar satu jam pada Senin, 27 Juli 2026. Berdasarkan pantauan Tempo, lebih dari lima personel Puslabfor memasuki klinik sekitar pukul 13.00 WIB.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kasubnit Resmob Polres Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha mengatakan penyidik tidak menemukan barang bukti racun yang diduga menjadi penyebab kematian korban. "Tidak ada," ujar Robby usai olah TKP. Meski demikian, Robby belum menjelaskan barang bukti apa saja yang ditemukan di lokasi. Dia berujar seluruh barang bukti akan dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa lebih lanjut.

Saat memasuki lokasi, tim Puslabfor membawa sejumlah perlengkapan dan keluar sekitar pukul 14.16 WIB dengan membawa beberapa barang bukti. Di antaranya satu bantal berwarna biru yang dibungkus plastik transparan, tikar, serta empat kantong kertas berukuran kecil yang berisi barang bukti lain.

Sutrimo, 42 tahun, ditemukan meninggal dengan mulut berbusa di Mordent Aesthetic Clinic pada Kamis, 23 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Penyidik juga mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya Sutrimo, dan informasi lain yang berkaitan dengan penyelidikan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan penyidik juga menelusuri keterkaitan korban dengan sejumlah pihak, termasuk mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung tersebut. "Masih didalami," ujar Budi pada Ahad, 26 Juli 2026.

Berdasarkan pantauan Tempo, kondisi bangunan Mordent Aesthetic Clinic tampak terbengkalai. Sejumlah plafon telah terlepas, cat dinding mengelupas, sementara halaman dipenuhi semak liar.

Seorang petugas keamanan di sekitar lokasi, Dedi, mengatakan klinik itu telah berhenti beroperasi sejak pandemi Covid-19 sekitar lima tahun lalu. "Jadi sempat buka beberapa bulan, terus kehajar Corona, stuck dia," kata Dedi, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Dedi, sejak tutup tidak ada aktivitas di dalam bangunan dan pintu klinik selalu terkunci. Ia juga mengatakan garis polisi baru dipasang pada Ahad malam menjelang olah TKP lanjutan oleh kepolisian.

Vedro Immanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |