Polisi Belum Simpulkan Dugaan Penculikan Jesslyn

4 hours ago 2

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Jakarta Pusat belum menyimpulkan dugaan penculikan pemain golf Jesslyn Wijaya Lay. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut meski terbaru mengetahui Jesslyn berada di Bangkok, Thailand, bersama ibu dan tantenya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra mengatakan penyidik belum dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi. “Masih belum kami simpulkan, selama belum mengetahui pasti kejadian yang terjadi dan keamanan serta keselamatan Jesslyn yang sesungguhnya,” ujar Roby saat dihubungi pada Kamis, 23 Juli 2026.

Roby mengatakan Jesslyn terlebih dahulu meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok. “(Sekarang) di Bangkok bersama ibu dan tantenya,” kata dia.

Meski Jesslyn telah diketahui berada bersama keluarganya, polisi belum memastikan motif di balik peristiwa tersebut. “Masih ada beberapa motif yang kami pertimbangkan. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait dengan permintaan uang tebusan,” ujar Roby.

Kasus ini bermula ketika Jesslyn diduga diculik sesaat sebelum menghadiri acara ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 19.45 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara dimulai dan lagu ulang tahun diputar, seorang pria diduga menutup mata Jesslyn. Dua pria bertubuh besar kemudian mengangkat dan menggendongnya menuju sebuah mobil berwarna hitam.

“Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi,” kata kuasa hukum Jesslyn, Andi Darti, dalam kronologi tertulis pada 17 Juli 2026.

Andi mengatakan saksi juga melihat sekitar lima laki-laki berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi. Sejak kejadian tersebut, kata dia, Jesslyn tidak lagi dapat dihubungi oleh teman-teman maupun pihak lain yang berusaha memastikan kondisinya. Telepon seluler yang diduga digunakan Jesslyn juga tidak dapat diakses seperti biasanya.

Sebelumnya, polisi menemukan Jesslyn berada di Kuala Lumpur. Berdasarkan manifes penerbangan, ia meninggalkan Indonesia pada 14 Juli 2026. “Yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes yang kami terima,” kata Roby pada Selasa.

Menurut temuan penyidik, Jesslyn berangkat bersama dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Roby juga membenarkan adanya dugaan Jesslyn dibawa secara paksa ke dalam mobil oleh empat atau lima orang.

Saat ini, penyidik masih berupaya memanggil dua orang yang bepergian bersama Jesslyn untuk diperiksa. Polisi juga akan meminta keterangan ayah Jesslyn. “Termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat,” ujar Roby.

Kasus tersebut pertama kali dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada 16 Juli 2026 dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Pelapor merupakan sahabat Jesslyn berinisial NAH.

NAH melaporkan dugaan tindak pidana penculikan sebagaimana diatur dalam Pasal 450 dan/atau Pasal 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, ia mencabut laporannya pada Ahad, 19 Juli 2026.

Meski laporan telah dicabut, Roby memastikan penyelidikan tetap berlanjut. “Kami masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana,” kata dia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |