PNM Tingkatkan Usaha Perempuan Prasejahtera Lewat Mekaarpreneur

3 hours ago 3

INFO TEMPO - Peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor krusial bagi pengusaha ultra mikro dalam menghadapi persaingan bisnis di sektor akar rumput, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar. Penguatan literasi keuangan, kemampuan manajerial, serta adaptasi digital menjadi kebutuhan utama agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing yang kuat.

Menjawab tantangan tersebut, Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berkolaborasi dengan Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang menyelenggarakan Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026. Program ini bertujuan untuk mendorong nasabah binaan terbaik agar mampu naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mekaarpreneur merupakan program inkubasi bisnis selama tiga bulan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan nasabah ultra mikro melalui pendampingan, pelatihan, serta pemanfaatan teknologi digital. Program ini telah dilaksanakan di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan pendekatan yang mendorong pengembangan usaha secara lebih terarah serta memperluas akses pasar.

Kegiatan Demo Day yang menjadi puncak program ini merupakan hasil dari rangkaian inkubasi sejak Januari 2026. PNM sebelumnya menyeleksi 60 nasabah Mekaar terbaik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi, hingga akhirnya tersaring 16 peserta terbaik yang berkompetisi di tahap akhir.

Amaliyah Sholihah, peraih Juara 1 Mekaarpreneur, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. “Ya Allah mimpi apa saya cuma ibu-ibu dasteran dari Serang yang mengolah sampah bisa menang juara 1, ini sangat bermakna buat saya,” ujarnya.

Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menegaskan bahwa PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. “PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital serta dengan adanya kegiatan ini mampu mengembangkan pemasaran usaha nasabah agar dapat bersaing dan siap ekspor,” ujar Kindaris.

Selain Amaliyah, delapan ibu tangguh lainnya turut meraih prestasi di berbagai wilayah. Untuk kategori Jakarta dan Bekasi, Yuliana Rosita, Sri Haryanti, dan Dahlia N. Simanungkal berhasil meraih juara. Sementara wilayah Bogor, Depok, dan Sukabumi dimenangkan oleh Manih, Dian Kartika, dan Rantiyem. Adapun wilayah Tangerang dan Serang, Amaliyah Sholihah, Eros Rosita, dan Berlina Sari menempati posisi juara. Para pemenang mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan sebagai modal usaha guna mendorong pengembangan bisnis ke tahap yang lebih baik.(*)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |