HALO, pembaca nawala Cek Fakta Tempo!
Sejak pemerintah membentuk Indonesia Anti Scam Centre (IASC) pada November 2024, lembaga ini telah menerima 608 ribu laporan warga hingga 26 Juni 2026. Lebih dari 500 ribu rekening dibekukan dengan nilai mencapai Rp 674 miliar. Satu dari empat warga Indonesia juga disebut pernah kehilangan uang akibat penipuan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meski tinggi, angka tersebut hanya puncak gunung es. Jumlah korban bisa jauh lebih besar karena tidak semuanya melapor. Data itu menunjukkan warga masih rentan menjadi korban penipuan keuangan di era digital.
Pada pekan pertama Juli 2026, tim Cek Fakta Tempo mulai menelisik modus penipuan terkoordinasi di platform Meta, induk Facebook, Instagram, dan Threads. Penelusuran dimulai dari penipuan yang mencatut nama dan video Nagita Slavina, yang kerap muncul di linimasa Facebook dalam sebulan terakhir. Popularitas Nagita membuat profilnya mudah disalahgunakan.
Kami menemukan sedikitnya 43 akun yang menggunakan nama Nagita maupun perusahaannya, Rans Entertainment. Dari temuan itu, Tempo membedah cara para pelaku membuat konten manipulatif sekaligus mengakali sistem deteksi otomatis platform media sosial. Mengenali taktik mereka dapat membantu Anda lebih waspada dan terhindar dari penipuan.
Pertama, cek akun resmi. Anda bisa mencari akun resmi pesohor dengan mengetikkan namanya dan memeriksa tanda centang biru. Akun resmi Facebook Nagita Slavina dibuat pada 2015 dan kini memiliki 1,6 juta pengikut. Sementara akun resmi Rans Entertainment di Facebook diikuti 4,5 juta akun.
Kedua, bandingkan dengan akun lain. Setelah menemukan akun resmi seseorang, bandingkan dengan akun lain yang mencatut namanya. Akun palsu umumnya memiliki perbedaan pada nama dan foto profil, jumlah pengikut lebih sedikit, serta tidak memiliki centang biru.
Pelaku biasanya memakai nama serupa, tetapi mengotak-atik nama profil. Mereka mengubah penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, menambahkan angka atau huruf tertentu, serta menyisipkan titik atau spasi. Dengan cara ini, pelaku dapat membuat ratusan hingga ribuan akun di Facebook.
Sebagai contoh lihat perbedaan nama profil Nagita dengan akun-akun palsunya berikut:
- Nama profil asli: Nagita Slavina
- Nama akun palsu: Raffi.nagita9011, raffy.nagita1717, Raffynagita1717, nagitaraffy4747, Raffiynagitas1717, Raffynagitaa17177, Rafinagita17671, rafi.nagita0702, Raffi Nagita 17171, Nagitha 277.
Ketiga, periksa kapan akun dibuat. Untuk mengetahuinya, klik nama profil akun tersebut. Informasi mengenai kapan akun mulai bergabung dengan Facebook akan muncul di beranda.
Akun Nagita dibuat pada 12 Juli 2015. Dengan cara yang sama, Anda dapat memeriksa akun-akun palsu. Tempo menelusuri 43 akun palsu yang mencatut nama Nagita dan menemukan seluruhnya dibuat pada 2026.
Sebanyak 34 akun dibuat pada Mei dan Juni 2026, sedangkan sisanya dibuat pada Februari-April 2026. Pembuatan akun secara massal bertujuan menjaring lebih banyak target. Jika satu akun dilaporkan atau ditutup oleh platform media sosial, pelaku masih dapat beroperasi menggunakan akun lainnya.
Keempat, cek keaslian video atau foto. Selain menggunakan nama yang menyerupai akun asli, pelaku memanipulasi video atau foto pesohor. Akal imitasi yang murah dan mudah diakses kini memungkinkan siapa saja merekayasa video seseorang menjadi deepfake.
Hal serupa ditemukan pada 43 akun palsu yang mengatasnamakan Nagita. Pelaku memotong video sehingga kehilangan konteks, sementara sebagian lainnya mengubah audio. Untuk mencari video asli, Anda dapat menggunakan sejumlah alat pencarian gambar terbalik gratis dari Google, Microsoft, atau Yandex.
Kelima, periksa iklan untuk microtargeting. Pelaku kerap mengiklankan konten palsu melalui Meta. Dari 43 akun palsu Nagita, Tempo menemukan 35 di antaranya aktif menjalankan iklan berbayar di Meta. Dengan iklan tersebut, konten penipuan dapat menyusup ke beranda Facebook, Instagram, Messenger, atau Threads milik target.
Modus ini memanfaatkan fitur microtargeting, strategi periklanan digital yang menyasar individu secara spesifik berdasarkan usia, minat, lokasi, dan perilaku daring. Untuk mengetahui apakah sebuah akun beriklan, klik nama akun lalu telusuri bagian “Transparency and Privacy Policy”.
Artikel mengenai penipuan yang mengatasnamakan Nagita Slavina dapat Anda baca selengkapnya di Keliru: Nagita Slavina dan RANS Entertainment Twarkan Bantuan Rp 50 Juta
Ada Apa Pekan Ini?
Dalam sepekan terakhir, klaim yang beredar di media sosial memiliki beragam isu, mulai dari isu internasional, politik,hukum, hingga kesehatan. Buka tautannya ke kanal Cek Fakta Tempo untuk membaca hasil periksa fakta berikut:
- Benarkah Emas 74 Kg di Rumah Febrie Adriansyah Palsu?
- Benarkah Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Sepakati Satu Agama Dunia?
- Benarkah Vaksin Modern Membuat Sel Normal jadi Pabrik Antibodi?
- Benarkah Ibu di Indramayu Sewa Pembunuh untuk Habisi Anaknya karena LGBT?
Kenal seseorang yang tertarik dengan isu disinformasi? Teruskan nawala ini ke surel mereka. Punya kritik, saran, atau sekadar ingin bertukar gagasan? Layangkan ke sini. Ingin mengecek fakta dari informasi atau klaim yang anda terima? Hubungi Tipline kami.
Ikuti kami di media sosial:
















































