PELATIH timnas putri Indonesia Satoru Mochizuki menyebut kerja keras para pemain dan tim pelatih menjadi kunci keberhasilan Garuda Pertiwi mempertahankan gelar AFF Women's Cup 2026. Indonesia memastikan diri menjadi juara setelah mengalahkan Laos dengan skor telak 5-0 pada laga final di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, Rabu, 22 Juli 2026.
"Kami sangat senang kali ini bisa juara. Kami bisa juara karena kerja keras para pemain dan bantuan tim ofisial. Saya ingin mengucapkan selamat dan terima kasih kepada mereka semua," kata Mochizuki pada Kamis, 23 Juli 2026 seperti dikutip dari Antara.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Indonesia tampil dominan sejak awal pertandingan meski sempat dibuat cemas oleh kesalahan umpan kiper Laila Masykuroh yang hampir dimanfaatkan Laos. Garuda Pertiwi kemudian menciptakan sejumlah peluang melalui Estella Loupatty dan Sheva Imut sebelum akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-33.
Gol pembuka lahir dari situasi sepak pojok. Bola yang gagal disapu sempurna pemain Laos disambar Sydney Hopper untuk membawa Indonesia unggul 1-0 hingga turun minum.
Pada babak kedua, dominasi Indonesia semakin terlihat. Isabelle Nottet menggandakan keunggulan melalui tembakan jarak jauh pada menit ke-48. Estella Loupatty memperbesar skor menjadi 3-0 pada menit ke-55, disusul gol Felicia de Zeeuw lewat sepakan dari luar kotak penalti pada menit ke-67. Emily Nahon kemudian menutup pesta gol Garuda Pertiwi pada menit ke-83.
Kemenangan itu memastikan Indonesia mempertahankan gelar yang sebelumnya diraih pada edisi 2024. Saat itu, tim asuhan Mochizuki mengalahkan Kamboja 3-1 pada partai final. Mochizuki menilai pencapaian tersebut bukan hanya menghasilkan trofi, tetapi juga menjadi bukti perkembangan tim sepanjang turnamen. "Melalui turnamen kali ini, saya rasa pemain dan juga pelatih ikut berkembang bersama-sama," ujar pelatih asal Jepang tersebut.
Kapten tim sekaligus pemain terbaik turnamen, Sheva Imut, mengaku bangga dapat kembali membawa Indonesia menjadi juara. "Pasti bangga, senang, sedih, terharu, campur aduk semuanya. Bersyukur juga karena kami mendapatkan kesempatan buat mempertahankan juara," kata Sheva.
Selain mempertahankan gelar, Indonesia juga memastikan tiket ke ASEAN Women's Championship 2027 bersama Laos sebagai finalis dan Singapura yang finis di posisi ketiga. Mochizuki menegaskan timnya tidak ingin cepat berpuas diri. Pada ASEAN Women's Championship tahun lalu, Indonesia hanya menjadi juru kunci Grup A setelah kalah bersaing dengan Vietnam dan Thailand. "Kami tidak ingin merasa puas sampai di sini saja. Kami ingin bersiap lebih baik menghadapi ASEAN Women's Championship 2027," ujar dia.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai keberhasilan mempertahankan gelar menjadi bukti perkembangan sepak bola putri Indonesia. "Selamat kepada seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Putri Indonesia atas pencapaian luar biasa ini. Keberhasilan mempertahankan gelar juara membuktikan bahwa sepak bola putri Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik," kata Erick dalam keterangan resminya.
Menurut Erick, keberhasilan itu merupakan hasil dari kerja keras dan disiplin seluruh anggota tim sepanjang turnamen. Ia juga menilai gelar beruntun tersebut menunjukkan fondasi pembinaan sepak bola putri Indonesia semakin kuat. "PSSI terus berkomitmen memperkuat ekosistem sepak bola putri melalui peningkatan kualitas pemain, pengembangan pelatih, serta kesempatan bertanding di level internasional agar prestasi Garuda Pertiwi terus berlanjut," ujar Erick.
Gelar juara Indonesia juga semakin lengkap setelah dua pemain Garuda Pertiwi meraih penghargaan individu. Sheva Imut dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen, sedangkan Laila Masykuroh terpilih sebagai kiper terbaik.















































