Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi III DPR RI meminta Polri memburu aktor intelektual penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
"Komisi III DPR RI meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada Sdr. Andrie Yunus secara cepat, transparan dan profesional serta segera mengungkap dan menangkap para pelakunya, baik yang merencanakan, memerintahkan, melaksanakan maupun melakukan perbantuan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," kata Ketua Komisi III Habiburokhman usai rapat Komisi III, Senin (16/3).
Lalu, Habib juga meminta Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk berkoordinasi dan memberikan perlindungan khusus ke Andrie serta keluarga hingga organisasinya untuk menjamin keamanan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berjanji Komisi III akan terus mengawal penanganan kasus ini guna memastikan keadilan bagi Andrie.
"Dengan melakukan rapat kerja dan rapat dengar pendapat secara berkala dengan aparat penegak hukum terkait," ucap dia.
Selain itu, Habib juga meminta Kemenkes menjamin seluruh pembiayaan pengobatan dan pemulihan kesehatan bagi Andrie.
Andrie menjadi korban penyerangan orang tak dikenal yang menyiramkan air keras pada Jumat (13/3) malam lalu.
Penyiraman air keras itu mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.
Andrie pun segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie dinyatakan mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.
Terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri menuntaskan kasus penyiraman tersebut.
Sigit menyebut dirinya telah mendapatkan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut kasus tersebut.
"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, Minggu.
Jenderal Sigit menjelaskan, pihaknya akan menggunakan metode ilmiah dalam mengungkap kasus ini. Pengumpulan informasi terus dilakukan oleh tim di lapangan.
(mnf/isn)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
3




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)







