Kemenhan: Kurikulum Latihan Calon Manajer Kopdes Diubah

7 hours ago 3

KEMENTERIAN Pertahanan atau Kemenhan melakukan revisi penyelenggaraan kegiatan pelatihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer koperasi desa/kelurahan merah putih atau KDMP setelah ada 5 peserta meninggal.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan revisi dilakukan pada aspek kurikulum pelatihan dari yang semula ditujukan untuk menjadi bagian Komponen Cadangan, kini hanya berfokus pada pendidikan bela negara. "Perubahan juga dilakukan dengan mengurangi waktu kegiatan," kata Donny di Kompleks DPR, MPR, dan DPD pada Rabu, 1 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Donny menjelaskan, awalnya kegiatan latsarmil untuk peruntukan Komcad dihelat dengan waktu kegiatan berlangsung selama satu bulan. Namun, saat ini waktu kegiatan dipangkas menjadi dua pekan.

Nantinya, para peserta yang merupakan calon manajer KDMP dan koperasi nelayan merah putih akan diberikan materi pelatihan yang berbeda-beda, tergantung dengan fokus penugasan ke depan. "Tentunya, yang memberikan materi adalah dari masing-masing kementerian," ujar Donny.

Kementerian yang dimaksudkan, yakni Kementerian Koperasi untuk calon manajer KDMP, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melatih calon manajer koperasi nelayan.

Kendati begitu, Donny mengatakan tempat pendidikan bagi calon manajer KDMP maupun koperasi nelayan tidak mengalami perubahan. Pendidikan tetap dilangsungkan di masing-masing satuan pendidikan.

Donny beralasan, pemberian kegiatan latsarmil bagi para peserta menjadi hal penting dalam rangka pembentukan karakter maupun meningkatkan kedisiplinan pemimpin. "Jadi, pelajaran yang akan diberikan terkait bagaimana mereka melatih kebersamaan dan kerja sama," ucap dia.

Lima calon manajer KDMP meninggal saat mengikuti latihan militer. Kelima orang itu Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.

Nola Dya Sari yang mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan meninggal pada 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan demam. 

Pada hari yang sama, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, peserta di Satuan Pendidikan Batalyon Para Komando (Yonko) 465 Jakarta Timur, juga meninggal setelah mengalami keluhan serupa. Kemudian, Novita mengikuti latsarmil di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara, Jakarta.

Anisa meninggal pada Selasa, 23 Juni 2026 akibat heat stroke ketika mengikuti latsarmil di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer Mulawarman Balikpapan, Kalimantan Timur.

Yonanda dinyatakan wafat akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026. Ia tercatat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |