Kekeringan dan Bendung Karet Juwana Pati Bocor Ancam Ribuan Hektare Sawah

6 hours ago 2
Kekeringan dan Bendung Karet Juwana Pati Bocor Ancam Ribuan Hektare Sawah Bendung Karet Juwana di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa yang mengalami kebocoran.(MI/Akhmad Safuan)

ANCAMAN kekeringan menghantui ribuan hektare lahan pertanian di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hal ini dipicu oleh kebocoran pada infrastruktur Bendung Karet Sungai Juwana yang berlokasi di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam bagi petani dan warga setempat. Kebocoran pada bendung yang dibangun dengan dana APBN senilai Rp260 miliar tersebut menyebabkan air tawar yang seharusnya tertahan untuk irigasi justru mengalir sia-sia menuju laut. Dampaknya, debit air di saluran irigasi menyusut drastis di saat petani sangat membutuhkan pasokan air.

Ketua Serikat Petani Pati (SPP), Kamelan, mengungkapkan bahwa kebocoran ini terjadi di waktu yang sangat tidak tepat. Saat ini, tanaman padi di ribuan hektare sawah DAS Juwana sedang memasuki masa krusial pada Musim Tanam (MT) III.

"Tanaman padi usia sekitar 40 hari sangat membutuhkan pasokan air. Jika kondisi ini dibiarkan, tanaman dipastikan akan mati dan petani bakal gagal panen," ujar Kamelan, Rabu (22/7).

Ia menambahkan bahwa kejadian ini merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir. Selain menguras cadangan air tawar, kebocoran bendung juga membuka celah terjadinya intrusi air laut ke lahan pertanian. Masuknya air asin ke area persawahan dapat mempercepat kematian tanaman padi dan merusak ekosistem tanah.

Juru Bicara Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana, Ari Subekti mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas bangunan dan operasional bendung.

"Ini harus dievaluasi total karena kerusakan sudah terjadi dua kali. Kami mempertanyakan kualitas infrastrukturnya mengingat anggaran yang dikeluarkan sangat besar, mencapai Rp260 miliar," tegas Ari.

Ari juga menyoroti pola pengoperasian bendung yang dinilai bermasalah. Beberapa waktu lalu, sempat terjadi insiden penutupan pintu bendung yang mengakibatkan air meluap, namun kini justru terjadi kebocoran yang menguras air. Ketidakkonsistenan dan kerusakan teknis ini menuntut penanganan segera dari pihak terkait guna menyelamatkan sumber pangan di Kabupaten Pati. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |