Jakarta, CNN Indonesia --
Lebih dari 200 pemukim Yahudi ekstremis yang dipimpin oleh seorang rabi menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, pada Senin (13/4).
Mereka juga melaksanakan doa Talmud di tangga menuju Kubah Batu, di bawah pengamanan dari polisi Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 215 ekstremis memasuki area masjid saat waktu salat pagi dan siang," ujar seorang pejabat dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem kepada Anadolu Agency.
Terdapat rekaman video yang memperlihatkan seorang rabi memasuki kompleks masjid dengan mengenakan pangkalan keagamaan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Yerusalem, lembaga resmi Palestina juga menyampaikan penolakan terhadap aksi itu.
"Penolakan dan kecaman atas penyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa oleh rabi Israel, Tzinov, serta pelaksanaan doa Talmud di tangga menuju Kubah Batu," ujarnya.
"Tindakan ini merupakan bagian dari eskalasi berkelanjutan dan pelanggaran sistematis terhadap situs-situs suci Islam di Yerusalem," tambahnya.
Sejak 2003, polisi Israel mengizinkan pemukim Israel memasuki kompleks masjid meskipun mendapat protes berulang dari Departemen Wakaf Islam yang mengelola lokasi itu.
Sejak Itamar Ben Gvir menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel pada akhir 2022, pelanggaran di area masjid dilaporkan semakin meningkat.
Masjid Al Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Sementara itu, umat Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Temple Mount dan sebagai tempat dua kuli Yahudi pada masa kuno.
Warga Palestina menilai hal itu semakin memperkuat upaya "Yahudisasi" Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa, serta menghapus identitas Arab dan Islam di kawasan tersebut.
Mereka menyatakan bahwa Yerusalem Timur seharusnya menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.
Hal ini didasarkan pada resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel sejak 1967 maupun aneksinya pada 1980.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2















































