Bola.com, Jakarta - Krisis yang melilit PSBS Biak tak lagi bisa ditutupi. Di balik bapuknya performa tim, tersimpan persoalan serius yang menyentuh aspek paling mendasar dalam sebuah klub profesional: kesejahteraan pemain dan staf.
Situasi ini mulai mencuat ke permukaan sejak akhir 2025. Keterlambatan pembayaran gaji menjadi pemicu utama, menciptakan ketidaknyamanan di ruang ganti sekaligus mengganggu fokus skuad di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026.
Mantan pelatih PSBS, Divaldo Alves, sempat mengungkap bahwa gajinya tertunggak lebih dari dua bulan. Kondisi tersebut tak hanya dialami jajaran pelatih, tetapi juga pemain serta staf tim berjuluk Badai Pasifik itu.
Masalah finansial ini bukan kejadian baru. Sejak awal musim, PSBS sudah berulang kali diterpa isu serupa. Bahkan, klub asal Papua itu hingga kini masih terkena sanksi larangan transfer dari FIFA selama tiga periode ke depan.
Berita video striker veteran yang kini bermain untuk PSBS Biak, Beto Goncalves mengungkapkan kunci sukses PSBS Biak juara Pegadaian Liga 2 dan kecintaannya terhadap Papua.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Unek-unek Pemain
Selain persoalan finansial, muncul pula keluhan lain dari dalam tim yang menyasar sosok pelatih. Kepada Bola.com, salah satu sumber internal mengungkapkan adanya masalah komunikasi hingga rasa tidak dihargai.
"Para pemain tidak merasa dihormati olehnya dan dia membuat semua orang merasa bahwa mereka bahkan tidak cukup baik untuk bermain sepak bola," ungkap sumber internal itu.
"Dia enggak respect sama pemain lokal. Setiap pertandingan pemain lokal di suruh passing ke pemain asing saja dan di bilang enggak boleh shooting. Jadi enggak ada mutual respect di sini. Kita feeling dari pemain lokal, dia tidak lama di Indonesia tapi tidak respect sama pemain lokal."
"Pikirannya sudah lambat dan memory-nya sudah jelek, mungkin karena dia sudah tua. Sudah berapa kali taktiknya salah dan sebelum pertandingan dia lupa rules-nya, lawan Kediri dia lupa pergantian pemain cuma bisa tiga kali, akhirnya kita kalah. Sebelum lawan Padang, di latihan dan official training dia mau pasang delapan asing, padahal di kuota cuma tujuh,"
"Sekarang pemain yang di gaji cuma yang berangkat ke pertandingan, itu gajinya cuma setengah satu bulan juga. Pemain yang enggak berangkat enggak di gaji sama sekali. Itu juga diminta dan urus sama pelatih," ujarnya.
Pemain Asing Mogok Main
Permasalahan lain turut muncul saat PSBS menjalani laga tandang ke markas Borneo FC pada pekan ke-27 di Stadion Segiri, Samarinda (11/4/2026). Minimnya waktu istirahat akibat jadwal perjalanan yang padat memicu ketegangan di dalam tim.
Skuad PSBS diketahui baru tiba di Yogyakarta pada Kamis (9/4/2026) siang WIB, selepas melakoni laga away kontra Bali United, Senin (7/4/2026). Keesokan harinya, Jumat (10/4/2026) dini hari WIB mereka harus terbang ke Samarinda.
Situasi tersebut membuat beberapa pemain asing memilih mogok bermain dan enggan ikut rombongan tim. Salah satu di antaranya saat itu bahkan mengirimkan pesan langsung kepada manajemen klub.
"Selamat siang untuk seluruh jajaran manajemen dan staf teknis. Saya harap kalian semua menyadari bahwa akibat situasi bulan lalu dan sebagaimana yang diketahui oleh pelatih sendiri maupun para pemain kami saat ini tidak berada dalam kondisi fisik dan mental yang optimal," bunyi pesan pemain yang diterima Bola.com.
"Oleh karena itu, atas nama para pemain, saya harus mengatakan bahwa perjalanan ini justru semakin membahayakan kesehatan fisik para pemain. Ingatlah hal itu! Kami bukan mesin!."
"Jangan mengandalkan saya untuk perjalanan ini, saya akan tinggal di Jogja. Hormati kesehatan para atlet. Kita baru saja tiba dan harus bepergian lagi? Klub belum menghormati hak-hak saya, jadi saya tidak perlu memenuhi kewajibannya," lanjutnya.
Isi Hati Skuad PSBS
Pada Rabu (15/4/2026), para penggawa PSBS akhirnya angkat suara melalui surat terbuka yang diunggah ke media sosial. Mereka membeberkan kondisi internal tim yang dinilai sudah mencapai titik kritis.
Keterlambatan pembayaran gaji kini berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari para pemain. Dalam beberapa kesempatan, kebutuhan dasar seperti konsumsi bahkan tidak selalu terpenuhi.
"Kami menulis surat ini untuk dengan hormat meminta perhatian dan bantuan Anda terkait situasi yang sedang berlangsung yang memengaruhi beberapa pemain dan staf di PSBS Biak," buka surat terbuka pemain melalui akun media sosial.
"Selama beberapa bulan terakhir, telah terjadi keterlambatan pembayaran gaji, di mana beberapa individu tidak menerima pembayaran selama kurang lebih dua setengah bulan, dan yang lainnya hingga tiga bulan."
"Kami ingin menegaskan bahwa kami tetap menghormati PSBS Biak sebagai klub, serta liga dan federasi. Niat kami bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk mencari solusi yang konstruktif dan adil atas situasi yang semakin sulit bagi semua pihak yang terlibat."
"Saat ini, tidak tersedia makanan di akomodasi bagi pemain lokal. Kendaraan tim telah ditarik, dan pemain asing menerima pemberitahuan pengosongan tempat tinggal akibat kurangnya pembayaran. Bahkan, pada beberapa waktu, sesi latihan tidak dapat dilakukan karena tidak tersedianya lapangan latihan."
"Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritisKami juga telah beberapa kali mencoba menghubungi manajemen klub untuk memperoleh kejelasan mengenai situasi ini. Namun, hingga saat ini, panggilan dan pesan kami belum mendapatkan tanggapan, sehingga tidak ada komunikasi maupun arahan yang jelas."
"Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan bimbingan Anda untuk membantu menyelesaikan masalah ini secara profesional dan penuh hormat, sehingga semua pihak dapat bergerak maju dengan cara yang positif dan stabil. Kami juga telah menghubungi dan sedang bekerja sama dengan APPI untuk memproses masalah ini." tutup pesan SOS tersebut.

9 hours ago
2
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4910111/original/013448200_1722873244-PSBS_Biak_-_Ilustrasi_Logo_PSBS_Biak_2024_copy.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5504582/original/003992000_1771243648-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557652/original/075132100_1776350776-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539768/original/090171200_1774619709-033A9450.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557643/original/097564000_1776349047-IMG_20260416_201137.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557642/original/085423100_1776349008-IMG_9721.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557596/original/042516600_1776339552-IMG-20260416-WA0124.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553212/original/040417700_1775915634-SaveGram.App_670816799_18463694149103516_7722857742729227971_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557603/original/084288600_1776340522-erick_t.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557538/original/062254400_1776333927-20260416IQ_Vietnam_U-17_vs_Timor_Leste_U-17-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5552710/original/068579800_1775821100-Gemini_Generated_Image_yhh9nryhh9nryhh9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487893/original/035472400_1769682631-Borja_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523434/original/056890600_1772816506-IMG_0963.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311890/original/020579800_1754898456-1000627478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5315865/original/092906600_1755174555-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__59_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556646/original/019138500_1776267746-psim.jpg)





























