TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk., melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad, memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak pada Sabtu, 5 April 2025, bertepatan dengan H+4 Lebaran 1446 H.
Contraflow diberlakukan atas diskresi Kepolisian mulai dari KM 44+500 hingga KM 46+500 sejak pukul 06.40 WIB. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang menuju kawasan wisata dan aktivitas silaturahmi di wilayah Puncak.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
“Pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi rute perjalanan dan mematuhi rekayasa lalu lintas yang berlaku,” ujar Alvin Andituahta Singarimbun, Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 April 2025.
Selain itu, pengendara juga diminta untuk memastikan saldo kartu tol elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean di gerbang tol.
“Kami mengimbau agar pengguna jalan selalu mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Panji Satriya, Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad.
Data Jasa Marga per 4 April 2025 menunjukkan peningkatan arus balik. Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 32,4 persen jika dibandingkan lalin normal (517.468 kendaraan).
Untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 343.427 kendaraan (50,1 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 181.344 kendaraan (26,5 persen) dari arah Barat (Merak), dan 160.308 kendaraan (23,4 persen) dari arah Selatan (Puncak).
Sementara itu, jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek dari arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 160.308 kendaraan, meningkat sebesar 32,4 persen dari lalin normal.