China dan Pakistan Tolak Partisipasi Taiwan di Sidang Tahunan WHO

16 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Taiwan kembali gagal menghadiri sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) setelah proposal untuk mengundangnya sebagai pengamat ditolak dalam sidang tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss.

Ini menjadi tahun ke-10 berturut-turut Taiwan tidak menerima undangan ke WHA sejak terakhir kali berpartisipasi sebagai pengamat pada 2016.

Dalam sidang ke-79 WHA di Jenewa yang dimulai pada 18 Mei hingga 23 Mei, proposal terkait partisipasi Taiwan kembali ditolak oleh Komite Umum dan Sidang Pleno WHA. Perdebatan mengenai keikutsertaan Taiwan turut memunculkan adu argumen antara China dan negara-negara pendukung Taiwan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China dan Pakistan mendukung kelanjutan pengecualian Taiwan dari WHA, sementara Palau dan Paraguay menyuarakan dukungan bagi partisipasi Taipei.

Dalam pernyataannya, China kembali menegaskan prinsip "Satu China" yang menyatakan hanya ada satu China di dunia, Taiwan merupakan bagian dari China, dan Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintah sah yang mewakili seluruh China.

Beijing juga mengacu pada Resolusi PBB 2758 tahun 1971 yang mengakui Republik Rakyat China sebagai satu-satunya perwakilan sah China di PBB.

Selain itu, China merujuk Resolusi WHA 25.1 tahun 1972 yang menetapkan Beijing sebagai satu-satunya perwakilan sah China di WHO dan mengeluarkan Taiwan dari organisasi tersebut.

Dugaan manipulasi interpretasi

Namun Foundation of Medical Professionals Alliance in Taiwan (MPAT) menilai Beijing telah memanipulasi interpretasi kedua resolusi tersebut.

"Manipulasi sengaja China terhadap Resolusi PBB 2758 dan Resolusi WHA 25.1 tidak dapat menghapus fakta bahwa hanya pemerintah Taiwan yang dipilih secara demokratis yang dapat mewakili rakyat Taiwan di panggung internasional," kata organisasi tersebut.

Direktur eksekutif MPAT Lin Shih-chia mengatakan China justru menggunakan PBB dan WHA untuk memicu ketegangan lintas selat.

"Beijing berulang kali mengatakan Taiwan yang mengganggu status quo, tetapi justru China yang memanipulasi hubungan lintas selat," ujarnya.

Lin menyoroti sistem kesehatan publik dan asuransi kesehatan nasional Taiwan yang disebut diakui secara global, termasuk kontribusi Taiwan dalam pengembangan layanan kesehatan pintar dan pencapaian target eliminasi hepatitis C WHO lima tahun lebih cepat dari jadwal.

Dalam sidang tersebut, Perwakilan China untuk PBB di Jenewa Jia Guide menuduh Partai Progresif Demokratik (DPP) Taiwan tetap bersikeras pada posisi "kemerdekaan Taiwan," sehingga menutup kemungkinan partisipasi Taipei di WHA.

Jia juga meminta negara-negara pendukung Taiwan untuk "berhenti mempolitisasi isu kesehatan" demi kepentingan mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa tidak ada celah dalam sistem pencegahan epidemi global akibat pengecualian Taiwan dari WHO.

"Pernyataan bahwa ada kekosongan dalam sistem kesehatan internasional hanyalah omong kosong," kata Jia.

China juga meminta presiden WHA secara tegas menolak proposal terkait Taiwan dalam agenda sidang.

'Risiko bagi Semua'

Sikap Beijing didukung Pakistan yang menyatakan isu Taiwan berada di luar mandat WHA dan meminta anggota fokus pada agenda teknis kesehatan.

Di sisi lain, Palau dan Paraguay membela partisipasi Taiwan serta menolak interpretasi China atas Resolusi 2758. Kedua negara juga menyoroti kontribusi Taiwan selama pandemi COVID-19.

Palau mengatakan pengecualian Taiwan melemahkan pengawasan penyakit global, memperlambat pertukaran informasi, dan merusak kesiapan bersama menghadapi pandemi.

"Ini bukan isu politik, melainkan kebutuhan kesehatan publik," kata Palau.

Sementara Paraguay menyatakan bahwa hak atas standar kesehatan tertinggi merupakan hak dasar manusia.

Dengan meningkatnya ancaman penyakit menular dan zoonosis, pengecualian pihak yang memiliki kapasitas seperti Taiwan disebut menjadi "risiko bagi semua."

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |