Bupati Lombok Barat Tertunduk dan Bungkam Saat Tiba di KPK

11 hours ago 3

BUPATI Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Senin malam, 20 Juli 2026, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Mobil yang membawanya memasuki halaman Gedung Merah Putih sekitar pukul 21.59 WIB.

Pantauan Tempo, saat turun dari kendaraan, Lalu mengenakan topi berwarna navy, kemeja putih, celana panjang, dan jaket cokelat muda. Ia menutupi wajahnya dengan masker serta membawa tas ransel hitam berukuran besar di punggungnya.

Lalu tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang menunggu di lobi gedung. Ia memilih berjalan cepat sambil menundukkan kepala menuju pintu masuk Gedung Merah Putih KPK dengan pengawalan petugas. Ia juga tidak menjawab satu pun pertanyaan wartawan.

KPK menangkap 19 orang dalam OTT di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin, 20 Juli 2026. Setelah memeriksa mereka di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Lombok Barat, penyelidik dan penyidik KPK membawa tujuh orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan salah satu dari tujuh orang yang dibawa ke Jakarta ialah Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. “Untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin.

Selain menyegel ruang kerja bupati, Satuan Tugas Kedeputian Penindakan KPK juga memasang segel di ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat, Lalu Ratnawi. Penyidik menempelkan segel di pintu ruang kepala dinas sebagai penanda bahwa ruangan tersebut menjadi bagian dari kepentingan penyidikan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Muhammad Kholid mengatakan belum menerima informasi mengenai operasi tersebut. Ia mempersilakan wartawan mengonfirmasi perkara itu kepada KPK. “Saya belum dapat informasi, mungkin bisa dikonfirmasi dengan KPK,” ujar Kholid.

Seorang pegawai Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengatakan tim KPK menangkap lima orang dalam operasi tersebut. Salah satu yang ditangkap ialah Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Menurut pegawai itu, Lalu Ahmad Zaini bersama empat orang lainnya dijadwalkan terbang ke Jakarta pada Senin sore untuk menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu paling lama 1 × 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan.

Sejumlah informasi yang beredar menyebutkan penyelidikan tersebut berkaitan dengan proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Barat. Namun, informasi itu belum dapat dipastikan karena KPK belum mengungkap konstruksi perkara secara resmi. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga belum memberikan keterangan mengenai penangkapan maupun penyegelan tersebut.

M. Raihan Muzzaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |