Beijing: Xi Jinping-Trump akan bahas sejumlah isu utama

2 days ago 5

Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China belum menyampaikan apa saja yang akan dibicarakan Presiden Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat bertemu di Beijing dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei 2016.

"Selama kunjungan Presiden Trump ke China, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan mendalam tentang isu-isu utama yang menyangkut hubungan China-AS dan perdamaian serta pembangunan dunia," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (12/5).

Namun Guo Jiakun tidak menjelaskan secara terperinci apa yang dimaksud dengan "isu-isu utama" tersebut.

Sebelumnya Presiden Donald Trump mengatakan penjualan senjata ke Taiwan dan nasib pengusaha media Hong Kong yang sedang dipenjara Jimmy Lai akan menjadi agenda pertemuan di Beijing.

Ketika ditanya tentang dukungan Washington yang telah lama diberikan untuk pertahanan Taiwan, Trump mengatakan bahwa, "Saya akan membahas hal itu dengan Presiden Xi. Presiden Xi ingin kita tidak membahasnya, dan saya akan membahasnya, itu adalah salah satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan".

Pemerintahan Trump dilaporkan belum melanjutkan pengiriman senjata setelah paket senjata senilai 11 miliar dolar AS untuk Taiwan disahkan pada Desember 2025.

Jumat (8/5) lalu, anggota parlemen Taiwan menyetujui anggaran pertahanan khusus sebesar 25 miliar dolar AS untuk membeli rudal dan senjata lainnya dari AS, jauh di bawah jumlah 40 miliar dolar AS yang diinginkan pemerintah Taiwan.

Selain itu, Trump juga mengatakan berencana untuk kembali mengadvokasi pembebasan Jimmy Lai. Pada Februari 2026, pengadilan Hong Kong menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Lai atas tuduhan berkolusi dengan kekuatan asing saat demonstrasi besar di Hong Kong pada 2019.

"Jimmy Lai, dia menyebabkan banyak kekacauan bagi China. Dia mencoba melakukan hal yang benar. Dia tidak berhasil, dipenjara, dan orang-orang ingin dia dibebaskan, dan saya juga ingin melihatnya dibebaskan,” kata Trump pada Senin (11/5).

Hal yang sama pernah disampaikan Trump saat pertemuan dengan Presiden Xi di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan pada Oktober 2025.

"Penentangan tegas China terhadap penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan milik China konsisten dan jelas. Mengenai kasus Lai Chee-ying, China telah memperjelas posisinya lebih dari sekali," tambah Guo Jiakun.

Jimmy Lai alias Lai Chee-ying, ungkap Guo Jiakun adalah dalang utama dan pelaku di balik kerusuhan yang mengguncang Hong Kong. "Urusan Hong Kong adalah urusan internal China. Pemerintah pusat China dengan tegas mendukung otoritas peradilan Hong Kong dalam menjalankan tugas sesuai dengan hukum," tambah Guo Jiakun.

Ia juga menyebut bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS pada dasarnya saling menguntungkan.

"Kedua negara perlu bekerja sama untuk mewujudkan pemahaman bersama yang penting antara kedua presiden, dan memberikan stabilitas yang lebih besar bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan China-AS serta ekonomi global," ungkap Guo Jiakun.

Jimmy Lai adalah pendiri surat kabar Apple Daily yang kini telah ditutup, dinyatakan bersalah atas tuduhan berkolusi dengan kekuatan asing, membahayakan keamanan nasional, dan konspirasi untuk menerbitkan materi yang menghasut.

Pria berusia 78 tahun itu telah ditahan selama lebih dari lima tahun dan kemudian dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atau menjadi hukuman terberat berdasarkan Undang-undang Keamanan Nasional yang baru diterapkan pada 2020.

Selain Taiwan dan Jimmy Lai, isu pertanian diperkirakan juga akan dibahas mengingat China telah secara drastis mengurangi ketergantungan pada produk pertanian AS sejak masa jabatan pertama Trump, dengan hanya membeli sekitar 20 persen (sekitar 4,5 miliar dolar AS) kebutuhan kedelai dari AS pada 2024 atau turun dari 41 persen pada 2016.

Media AS memberitakan pasar di AS sedang menunggu kejelasan tentang apakah China akan memenuhi komitmen tahun lalu untuk membeli 25 juta metrik ton kedelai setiap tahun hingga tahun 2028, yang akan menjadi jumlah terbanyak sejak 2022.​​​​​​​

Trump juga dilaporkan membawa 16 CEO dan eksekutif perusahaan AS, mereka adalah Larry Fink (CEO dan salah satu pendiri BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO dan salah satu pendiri Blackstone), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Brian Sikes (CEO Cargill), Jane Fraser (CEO Citigroup), Jim Anderson (CEO Coherent).

Kemudian Larry Culp (CEO GE Aerospace), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Jacob Thaysen (CEO Illumina), Michael Miebach (CEO Mastercard), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Sanjay Mehrotra (CEO Micron), Cristiano Amon (CEO Qualcomm), Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX) dan Ryan McInerney (CEO Visa).

Perusahaan-perusahaan itu disebut punya kepentingan di China misalnya Meta yang harus membatalkan akuisisi perusahaan rintisan kecerdasan buatan Manus senilai lebih dari 2 miliar dolar AS karena Beijing memperketat pengawasan terhadap investasi AS di perusahaan rintisan domestik yang mengembangkan teknologi mutakhir.

Kemudian saat ini Tesla juga sedang berupaya mendapatkan izin otoritas China untuk memperluas adopsi sistem bantuan Full Self-Driving (FDR) di pasar domestik China.

Sementara BlackRock sedang menghadapi pengawasan ketat terkait rencana akuisisi pelabuhan senilai 23 miliar dolar AS, termasuk dua pelabuhan yang mengelola Terusan Panama, CK Hutchison, asal Hong Kong. Beijing disebut mengkritik akusisi itu karena menilai Washington berupaya untuk mengurangi pengaruh China di jalur air strategis tersebut.

Sedangkan perusahaan pembuat komponen optik Coherent sedang berupaya mengatasi kontrol ekspor Beijing terhadap indium dan material terkait yang penting untuk chip optik berkinerja tinggi.

Masih ada Illumina yaitu perusahaan pengurutan gen AS yang berupaya membangun kembali bisnisnya di China setelah Beijing mencabut larangan ekspor yang dikenakan pada perusahaan tersebut tahun lalu. Kemudian Boeing dilaporkan sedang mengejar pesanan pesawat besar dari pembeli China.​​​​​​​

Trump diperkirakan akan bertemu dengan Xi Jinping di Beijing pada Kamis (14/5) untuk pembicaraan yang mencakup agenda berbagai agenda termasuk perang terhadap Iran, perdagangan, kontrol ekspor logam tanah jarang, dan Taiwan sebagai isu-isu utama.

Baca juga: AS-China sepakat tolak pungutan tol di Selat Hormuz

Baca juga: Trump mulai lawatan ke China, isu Iran dan Taiwan jadi sorotan

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |