Bawa Persib Hattrick Juara, Bojan Hodak Pergi Tanpa Perpisahan yang Mengesankan

10 hours ago 2

Bola.com, Bandung - Kepergian Bojan Hodak sebagai arsitek Persib Bandung menyisakan rasa haru sekaligus tanda tanya besar.

Sebab sosok yang sukses mengukir sejarah dengan membawa Maung Bandung hattrick juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia itu, justru mengakhiri kebersamaannya tanpa seremoni perpisahan khusus yang kayak.

Padahal, pencapaian pelatih asal Kroasia tersebut bukanlah prestasi biasa. Di bawah sentuhan dinginnya, Persib menjelma menjadi tim yang mencatatkan sejarah baru yakni meraih juara hattrick secara beruntun.

Tentunya akan sulit dilupakan dalam perjalanan Maung Bandung di sepak bola nasional.

Namun ironisnya, keberhasilan besar yang telah dipersembahkan Bojan Hodak seolah tidak meninggalkan kesan yang mendalam bagi tim kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tidak Ada Acara Khusus

Tidak ada acara khusus, tidak ada salam perpisahan megah, dah tidak ada seremoni yang menggambarkan betapa besarnya jasa sang pelatih Bojan Hodak bagi Persib.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan mengaku bahwa manajemen memang tidak menyiapkan agenda perpisahan khusus untuk Bojan Hodak.

Menurutnya, seluruh fokus klub saat itu memang tertuju pada perburuan gelar juara yang baru dipastikan pada momen-momen akhir kompetisi BRI Super League 2025/2026.

“Semuanya memang fokus dulu ke juara. Ya, agak susah cari momen yang tepatnya gitu karena kami baru dipastikan juara setelah pluit ditiupkan,” jelas Adhitia kepada awak media.

Waktunya yang Sulit

Situasi tersebut diakuinya membuat manajemen kesulitan menentukan waktu yang tepat untuk menggelar acara perpisahan. Berbeda dengan klub yang sudah lebih awal memastikan gelar juara, sedang Persib harus berkonsentrasi penuh hingga akhir kompetisi.

“Jadi kayaknya mau ngatur waktunya tuh beda lah kalau klub sudah juara mungkin lebih enak ngomongnya,” ujarnya.

Adhitia menegaskan bahwa tidak adanya acara perpisahan bukan karena minimnya apresiasi terhadap Bojan, melainkan karena memang tidak tersedia momentum yang memungkinkan untuk melaksanakannya.

“Intinya memang momennya enggak ada dan berjalan begitu aja. Fokus utama klub juara dan Bojan juga punya fokus yang sama, juara gitu,” ucapnya.

Setelah memastikan gelar juara, Persib langsung disibukkan dengan rangkaian perayaan, termasuk pawai kemenangan.

“Akhirnya momennya baru ada di hari Senin (25/5/2026) karena Minggu (24/5/2026) kita pawai, capek lah segala macam, Senin baru bisa selesai,” tambah Adhitia.

Persib Bandung merayakan gelar juara BRI Super League 2025/2026 setelah sukses mempertahankan dominasi tiga musim beruntun bersama Bojan Hodak. Selebrasi pemain, pelatih, dan ofisial berlangsung meriah usai beberapa pemain masuk Best XI musim ini.

Peran Baru

Meski tak lagi menjabat sebagai pelatih kepala, Bojan Hodak diketahui mendapatkan peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor.

Namun ketika ditanya mengenai kemungkinan ada klausul khusus apabila Bojan Hodak menerima tawaran dari klub lain di masa depan, Adhitia memilih tidak memberikan penjelasan lebih jauh.

“Itu yang bisa jawab legal sama top manajemen lah. Saya enggak dalam porsinya untuk menjawab itu,” kilahnya dengan tegas.

Kepergian Bojan Hodak sebagai pelatih Maung Bandung sangat menyisakan kesan yang mendalam. Ia menorehkan tinta emas sejarah bagi Persib tetapi sayangnya tanpa perpisahan yang benar-benar mencerminkan besarnya kontribusi yang telah ia berikan.

Secara pribadi, Bojan Hodak hanya melakukan perpisahan dengan manajer sekaligus Komisaris PT PBB, Umuh Muchtar serta seluruh pemain dan official tim di Bahe (restauran Sea Food), Tanjungsari, Sumedang.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |