Art Jakarta Gardens 2026, Diramaikan 26 Galeri Seni

1 day ago 7

Art Jakarta Gardens akan kembali menyapa pecinta seni di Jakarta pada 5 hingga 10 Mei 2026. Bertempat di Hutan Kota by Plataran, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat akan diramaikan oleh 26 galeri seni dari dalam dan luar negeri.

Dari helatan yang diawali pada 2022 ini menjadi ajang bursa seni untuk karya-karya tiga dimensi berupa patung dan instalasi. Tak kurang 31 patung dari 29  seniman akan menghiasi ruang terbuka di Hutan Kota.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

”Karya para seniman akan ditempatkan di beberapa titik tersebar di area ruang terbuka, dari yang paling senior seperti karya Pak Sunaryo hingga generasi yang lebih yunior seperti Naufal Abshar,” ujar Direktur Artistik Art Jakarta Gardens, Enin Supriyanto saat konferensi pers di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 23 April 2024.

Selain karya seni tiga dimensi yang ditempatkan di luar ruangan, galeri-galeri yang berpartisipasi akan menawarkan karya para senimannya di dua ruang tenda besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa karya yang akan dihadirkan dari hasil kolaborasi institusi bisnis keuangan seperti dari Bibit yang menghadirkan karya Mulyana the Mogus atau  Mang Moel, yakni instalasi berupa gurita berjudul “Tentacles of Wealth” dan instalasi instalasi .this/PLAY dari iForte Energi.

Konsep bursa seni di ruang terbuka juga akan menghadirkan beberapa penampilan pertunjukan dan musik. Akan hadir Sarita Ibnoe dan Agus Nur Amal atau yang dikenal sebagai Agus PM Toh serta koreografi dari Swargaloka. Mereka akan tampil pada jadwal yang telah ditentukan mulai 6 hingga 10 Mei 2026. Untuk menghidupkan suasana, Plainsong Love akan menemani para pecinta seni menikmati karya-karya para seniman.

Karya seni berjudul Dancing Queen II karya Nyoman Nuarta (kiri) dan karya seninberjudul Gold is King karya seniman Naufal Abshar dalam Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Plataran, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa, 23 April 2024. Art Jakarta Gardens menampilkan karya seni dari 23 galeri seni mulai 23 hingga 28 April 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

Art Jakarta Gardens awalnya digelar untuk merespon situasi usai Pandemi Covid-19, untuk menciptakan platform bursa seni, yang aman, nyaman di ruang terbuka. Enin dan tim Art Jakarta semula tak menduga ide ini justru disukai dan mendapat sambutan positif. Hingga kemudian bursa seni ini berlanjut hingga kini.

Enin menyampaikan dalam helatan ini tidak menampilkan secara khusus karya-karya patung dari para maestro atau tribute untuk seniman tertentu. Hal ini karena keterbatasan koleksi dan pihaknya sebagai penyedia platform. Dalam bursa seni ini, kata dia, peran utama adalah galeri. Enin menyadari tak mudah untuk menghadirkan karya tiga dimensi, demikian juga dari para galeri. 

“Itu perlu usaha besar bagi galeri, untuk menghadirkan seniman dan karya tiga dimensinya. Tapi memang perlu didorong, kalau tidak, ya susah,” ujar Enin.

Enin mengharapkan ajang ini menjadi seismograf atau alat memantau perkembangan karya baru para seniman. Dan hal inilah peran galeri untuk memantau dan menemukan karya-karya dari para seniman. Dari sini kemudian mempertemukan dengan para pecinta seni dan kolektornya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |