Ambisi Trump Kuasai Greenland sampai Mau Kerahkan 'Invasi' Militer

1 day ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat mempertimbangkan berbagai cara untuk memperoleh Greenland, termasuk penggunaan kekuataan militer meski itu mendapat kecaman keras dari negara Eropa dan NATO.

Gedung putih pada Selasa (6/1) menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump memandang penguasaan Greenland sebagai prioritas keamanan nasional AS untuk mengantisipasi potensi ancaman di kawasan Arktik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden dan tim sedang membahas berbagai opsi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi," demikian pernyataan Gedung Putih tersebut.

Upaya AS untuk mengambil alih Greenland dari Denmark, diperkirakan dapat mengguncang aliansi dan memperlebar jarak antara Trump dengan pemimpin-pemimpin Eropa.

Pernyataan itu muncul bersamaan dengan respons para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris yang bergabung dengan PM Denmark Mette Frederiksen, menegaskan Greenland "adalah milik rakyatnya."

"Hanya Denmark dan Greenland yang memiliki wewenang menentukan hal-hal terkait wilayah mereka," ujar para pemimpin itu.

Dukungan juga datang dari Kanada, dengan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Menlu Anita Anand akan mengunjungi Greenland pada awal bulan depan.

Sementara itu, negara-negara Nordik, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark, menekankan hak Greenland untuk mengatur urusannya sendiri.

Mereka juga menyatakan kesediaan bekerja sama lebih erat dengan AS dan sekutu NATO lainnya dalam menjaga keamanan Arktik.

PM Polandia Donald Tusk mengingatkan ancaman terhadap anggota NATO dapat merusak kredibilitas aliansi.

"Tidak ada anggota yang boleh menyerang atau menekan anggota lain. Jika dilanggar, NATO kehilangan maknanya," tegasnya.

PM Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik janji solidaritas dari para pemimpin Eropa dan menyerukan AS untuk melakukan "dialog yang saling menghormati."

Denmark menolak klaim Trump yang menyatakan mereka tidak mampu menjaga Greenland.

"Kami tidak sependapat dengan anggapan Greenland dipenuhi investasi China... atau ada kapal perang China di sepanjang Greenland," kata Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen.

Pemerintah Greenland juga menyebut telah meminta pertemuan dengan Menlu AS Marco Rubio, bersama Rasmussen, untuk membahas situasi ini.

Meski mendapat banyak penolakan, Trump tetap melanjutkan ambisinya. Minatnya terhadap Greenland muncul sejak masa jabatan pertama pada 2019 dan kembali menguat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Bagi Trump, penguasaan pulau itu krusial bagi keamanan nasional AS, terutama karena dianggap "dipenuhi kapal Rusia dan China" serta Denmark dianggap tidak mampu menjaganya.

(rnp/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |