188 Personel TNI-Polri Jaga Matraman dan Jalan Tambak

5 hours ago 1

PERSONEL gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Polri dikerahkan untuk menjaga sejumlah titik setelah terjadi dua bentrokan antarwarga di sekitaran Matraman, Jakarta Timur dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat.

Jumlah personel TNI-Polri yang diturunkan untuk melakukan pengamanan adalah 188 orang. “Personel melaksanakan patroli, pengaturan akses, negosiasi, serta langkah-langkah persuasif untuk mencegah terjadinya keributan lanjutan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto, Senin, 27 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Budi menjelaskan pengamanan tetap dilakukan untuk mengantisipasi tindakan balasan maupun gangguan keamanan lainnya.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, rangkaian peristiwa bermula ketika seorang pengendara sepeda motor ditegur karena menggeber kendaraannya. 

Pengendara tersebut kemudian diduga kembali bersama beberapa orang. Namun, karena pihak yang dicari tidak ditemukan, terjadi perselisihan yang berujung pada perusakan gerobak milik warga di Matraman.

Dalam perkara dugaan perusakan, penyidik Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan empat orang sebagai tersangka. 

Mereka berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. “Keempatnya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” kata dia.

Penetapan tersangka didasarkan pada keterangan para saksi, rekaman kamera pengawas, dan alat bukti lainnya. Polisi juga mengamankan satu gerobak nasi uduk, satu alat perekam atau Digital Video Recorder (DVR) kamera pengawas (CCTV), dua sepeda motor, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.

Setelah perselisihan di Matraman, terjadi pengeroyokan di Jalan Tambak yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Seorang lainnya berinisial D mengalami luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Kasus dugaan pengeroyokan ditangani oleh penyidik Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat, sedangkan penahanan para tersangka dititipkan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik terus mendalami rangkaian kejadian dan keterlibatan setiap pihak.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan tiga orang berinisial SK, AS, dan OR sebagai tersangka. “Ketiganya telah diamankan, sementara kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat masih terus didalami,” kata Roby.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |