Petugas pemantau menunjukkan data rekam seismograf Gunung Anak Krakatau (GAK) melalui cctv di Pos Pemantauan GAK Pasauran, Kabupaten Serang, Banten,( ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/hp.)
BADAN Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi adanya rekaman video di media sosial yang menampilkan erupsi Gunung Anak Krakatau dari atas kapal. Informasi itu dipastikan hoaks.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan di Jakarta menyampaikan setelah video itu diverifikasi teknis, diketahui bukan rekaman aktivitas erupsi terkini dari Gunung Anak Karakatau.
"Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai maupun menyebarluaskan video yang belum terverifikasi. Seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia," tegas Lana di Jakarta, Minggu (5/7).
Video yang beredar di media sosial berdurasi kurang dari satu menit tersebut menampilkan sedikitnya dua orang merekam letusan gunung berapi yang disertai dengan kilatan menggunakan gawai sembari menaiki sebuah kapal.
Lana mengatakan data pemantauan tim Badan Geologi menunjukkan Gunung Anak Krakatau hanya mengalami dua kali erupsi kecil baru-baru ini, yaitu pada Kamis (2/7) pukul 14.05 WIB dan Jumat (3/7) pukul 11.50 WIB, dengan tinggi kolom abu masing-masing teramati sekitar 200 meter di atas puncak.
Badan Geologi juga mengklarifikasi isu yang beredar mengenai perluasan jarak rekomendasi aman menjadi 5 kilometer. Itu, kata dia, tidak benar karena rekomendasi resmi untuk Level III (Siaga) saat ini tetap berada pada radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Dengan rekomendasi itu masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun nelayan dilarang mendekat atau beraktivitas di dalam zona bahaya radius 3 kilometer guna menghindari ancaman lontaran batu pijar, lava, awan panas, hingga hujan abu lebat.
Badan Geologi meminta masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu menyesatkan yang mengaitkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan potensi tsunami. (Ant/H-4)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











