Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump diklaim ingin segera mengakhiri konflik dengan Iran dalam beberapa pekan guna menghindari perang berkepanjangan.
Keinginan itu disampaikan Trump kepada para penasihatnya di tengah konflik yang telah berlangsung hampir sebulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan The Wall Street Journal, pada Rabu (25/3), Trump meyakini konflik itu dapat berakhir dalam hitungan pekan dan meminta para pembantunya tetap mengikuti target waktu itu.
Pejabat pemerintahan juga berharap situasi dapat diselesaikan sebelum pertemuan yang direncanakan pada pertengahan Mei dengan Presiden China Xi Jinping.
Dilansir Anadolu Agency, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump menginginkan penyelesaian damai dengan Iran. Namun, Trump juga siap meningkatkan tekanan jika Teheran tidak menerima "realitas situasi saat ini."
Pernyataan itu muncul setelah AS menunda rencana serangan ke infrastruktur energi Iran usai "pembicaraan produktif", yang dibantah oleh Iran.
Leavitt menegaskan jika Iran tidak mengakui mereka "telah kalah secara militer," Trump akan memastikan negara itu menerima serangan yang "lebih keras dari sebelumnya."
Ia juga menambahkan bahwa Trump "tidak menggertak dan siap mengambil tindakan besar."
AS dilaporkan telah mengirimkan rencana berisi 15 poin kepada Iran yang mencakup langkah terkait program nuklir dan rudal balistik Teheran, serta keamanan maritim di Selat Hormuz.
Iran menolak proposal itu dan menyatakan gencatan senjata hanya akan terjadi sesuai syarat dan waktu yang ditentukan pihaknya.
Iran juga mengajukan lima tuntutan untuk mengakhiri perang, termasuk penghentian penuh "agresi dan pembunuhan."
Leavitt mengatakan rencana pembicaraan langsung, termasuk kemungkinan pertemuan di Pakistan, belum resmi dan meminta publik tidak berspekulasi.
Konflik ini menambah tekanan bagi Trump karena ia harus menyeimbangkan kebijakan luar negeri dengan agenda domestik, termasuk pemilu yang akan datang.
Sejumlah sekutu mendorong pendekatan yang lebih keras, sementara pihak lain lebih memilih jalur diplomasi, menurut laporan tersebut.
AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Serangan tersebut memicu balasan Iran di berbagai wilayah serta menyebabkan gangguan besar terhadap aliran minyak global.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468975/original/039991100_1768040283-malut.jpeg)
