Intel Trump Curiga Iran Pasang Jebakan di Pulau Kharg Incar Pasukan AS

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dicurigai Amerika Serikat mulai menyiapkan berbagai jebakan dan menempatkan tambahan personel militer serta sistem pertahanan udara di Pulau Kharg sebagai langkah antisipatif.

Sumber intelijen AS menyebut langkah ini sebagai persiapan menghadapi kemungkinan operasi militer AS untuk mengambil alih pulau strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Administrasi Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan penggunaan pasukan militer untuk merebut Pulau Kharg di timur laut Teluk Persia, yang menjadi jalur ekonomi vital bagi Iran.

Pulau itu menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran dan dinilai bisa menjadi alat tekanan untuk memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, pejabat AS dan pakar militer menilai operasi darat berisiko tinggi, termasuk potensi korban jiwa yang besar.

Pulau Kharg memiliki pertahanan bertingkat dengan Iran menambah sistem rudal pertahanan udara (MANPAD) serta memasang ranjau di sepanjang pantai yang berpotensi menjadi lokasi pendaratan pasukan AS.

Beberapa sekutu Trump mempertanyakan efektivitas operasi itu, karena penguasaan pulau tidak langsung menyelesaikan masalah Selat Hormuz maupun kontrol Iran atas pasar energi global.

Militer AS sebelumnya telah menargetkan Kharg melalui serangan pada 13 Maret dengan Komando Pusat AS menyatakan sekitar 90 sasaran telah dihancurkan.

"Termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan berbagai situs militer lainnya," ujarnya, dikutip CNN.

Komando Pusat AS menolak berkomentar lebih lanjut mengenai tindakan terbaru Iran di pulau tersebut.

Namun, pasukan AS tetap dinilai rentan terhadap serangan rudal balistik dan drone Iran karena kedekatan pulau dengan pantai Iran.

Menurut sumber yang mengetahui rencana militer AS, Washington perlu menurunkan kekuatan pendaratan besar jika ingin merebut pulau Kharg yang berukuran sekitar sepertiga Manhattan.

Dua Marine Expeditionary Units yang ahli dalam operasi amfibi cepat, serta sekitar 1.000 prajurit dari Divisi Lintas Udara ke-82, diperkirakan siap dikerahkan jika operasi dilanjutkan.

Komando Pusat AS memantau pulau hampir secara konstan, termasuk perubahan fisik dan lingkungan di area yang kemungkinan dipasang jebakan.

Di sisi lain, Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan pihak asing agar tidak mencoba menduduki pulau manapun.

"Berdasarkan beberapa data, musuh Iran, dengan dukungan salah satu negara regional, sedang menyiapkan pendudukan salah satu pulau Iran," tulis Mohammad Bagher Ghalibaf di X.

"Semua gerakan musuh dalam pengawasan penuh angkatan bersenjata kami. Jika mereka melanggar batas, semua infrastruktur vital negara regional itu akan menjadi sasaran serangan tanpa henti."

Sejumlah pejabat negara Teluk juga mendesak AS agar tidak memperluas konflik dengan menempatkan pasukan di pulau tersebut atau menyerang fasilitas nuklir Iran.

Sebagai alternatif, para pakar militer menilai blokade di perairan sekitar Kharg dapat dilakukan untuk menghentikan ekspor minyak Iran tanpa perlu operasi darat.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |