Saksi: Dirjen Bea Cukai Bertemu Bos Blueray Cargo di Hotel

9 hours ago 4

MANTAN Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy, mengungkap ada pertemuan antara Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dan pemilik Blueray Cargo, John Field, di Hotel Borobudur pada 2025.

Hal ini ia ungkapkan dalam kesaksiannya di persidangan perkara suap impor di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Dalam perkara ini, John Field dan Orlando sama-sama berstatus terdakwa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mulanya jaksa bertanya kepada Orlando tentang siapa yang menginisiasi pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta, itu. Namun, Orlando mengaku tidak tahu. “Cuma saya dapat perintah ‘hubungi John, ada pertemuan di Hotel Borobudur’," katanya, Rabu, 20 Mei 2026.

Orlando membenarkan pemberi perintah itu adalah Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai yang juga terjerat perkara ini.

Saat jaksa bertanya kembali soal peserta pertemuan itu, Orlando sempat terbata-bata menjawabnya. Jaksa membantunya dengan menyebutkan beberapa nama. “Mau ketemu dengan Dirjen Pak Djaka, kemudian Pak Rizal, sama Pak Sispriman, begitukah?”.

“Iya pak,” jawab Orlando.

Di hari pertemuan, Orlando datang bersama pegawai Bea Cukai lainnya, Enof Aditya dan Gatot, untuk menyiapkan tempat. Ia datang sekitar jam 16.00-17.00 WIB.

Menurut Orlando, pertemuan berlangsung di sebuah restoran yang memiliki ruangan VIP. John Field, kata dia, datang lebih dulu dibandingkan pejabat-pejabat bea cukai yang lain. Orlando menduga sebelum pertemuan ini John Field belum mengenal Dirjen Bea Cukai Djaka.

Ia sempat menemani John sekitar satu jam lebih. Kendati demikian, dia tidak terlalu memperhatikan pemilik perusahaan forwarder itu. “Saya enggak konsentrasi ke beliau karena saya disuruh-suruh juga standby di pintu,” ucap Orlando. 

“Yang menugaskan saksi buat standby, kemudian ke sana ke sini, wara-wiri itu siapa? Pak Sispriman atau Pak Rizal?” tanya jaksa. 

“Pak Rizal, pak,” jawab Orlando. Rizal merupakan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai yang juga terjerat perkara ini. 

Jaksa kembali bertanya, “seingat saksi, jadinya Pak John bisa ketemu dengan Pak Djaka dan Pak Rizal ini jam berapa?”

“Jam delapan, jam sembilan malam seingat saya, pak,” jawab Orlando. 

“Memang di pertemuan itu hanya enam mata? Ada Pak Djaka, Pak Rizal, Dan Pak John tanpa ada Pak Sisprian di momen itu?” cecar jaksa. 

Orlando mengiyakan. “Pak Sisprian kayaknya enggak datang.”

Menurut dia, persamuhan itu berakhir pukul 22.00. Namun, Orlando tidak mengetahui isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Sebab, ia dan dua pegawai Bea Cukai lainnya diminta berjaga di luar. 

Pertemuan di Hotel Borobudur itu sempat disinggung dalam surat dakwaan. “Selanjutnya pada Juli 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat dilakukan pertemuan pejabat-pejabat di Ditjen Bea Cukai antara lain Djaka Budhi Utama, Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan Sianipar dengan pengusaha-pengusaha kargo di antaranya yang hadir salah satunya terdakwa I dari Blueray Cargo,” bunyi salah satu poin dakwaan.

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, tak banyak menanggapi masuknya nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama dalam surat dakwaan jaksa KPK. “Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya ketika dikonfirmasi Tempo, Kamis, 7 Mei 2026.

Budi mengatakan, perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan. Untuk menghormati dan menjaga independensi proses peradilan, Bea Cukai tidak akan berkomentar mengenai substansi perkara. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |