Rusia Sindir Trump Keteteran di Iran: Jelas-jelas Kurang Persiapan

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang anggota parlemen senior Rusia, Alexey Pushkov, menilai Amerika Serikat "jelas tidak siap" secara militer untuk berperang melawan Iran.

Menurut Pushkov, AS terlalu bergantung pada "keyakinan yang keliru" bahwa penggunaan kekuatan militer dapat dengan cepat membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada kantor berita Rusia TASS, Ketua Komisi Kebijakan Informasi Dewan Federasi Rusia itu juga mengatakan pendekatan AS ke Iran kemungkinan "terlena" gegara pengalaman Negeri Paman Sam saat menangkap dan menangkap eks Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Dari perspektif militer, perang (AS) saat ini jelas-jelas kurang persiapan," kata Pushkov saat diwawancara TASS pada Minggu (26/4).

Pushkov menilai AS mungkin menganggap Iran tidak jauh berbeda dengan Venezuela, di mana pemerintah dan rakyat negara Amerika Selatan itu tak menunjukkan perlawanan yang signifikan kala AS menangkap presidennya.

Ia memaparkan Presiden Donald Trump dan jajarannya mungkin tidak benar-benar mengkalkulasi secara detail terkait perhitungan taktis dan strategis jika AS melancarkan serangan terhadap Iran. AS juga mungkin tidak betul-betul mengetahui seberapa besar kekuatan Iran sebenarnya.

Sebab, Teheran selama ini tidak pernah mengungkap seberapa besar kekuatan militernya secara detail.

[Gambas:Video CNN]

"Penculikan [Presiden Venezuela Nicolas] Maduro dan reaksi yang sangat lemah dari rakyat Venezuela, yang memilih menerima syarat Amerika terkait pengawasan ekspor minyak Venezuela, meyakinkan dia [Trump] bahwa operasi militer presisi dan cepat adalah alat yang efektif untuk memaksa rezim asing bertindak sesuai keinginan Amerika," kata senator tersebut.

"Setelah itu, Trump tampaknya memutuskan bahwa hal serupa bisa dilakukan terhadap Iran," paparnya menambahkan seperti dikutip Al Jazeera.

Di sisi lain, Pushkov memaparkan Iran justru telah mempersiapkan diri dengan baik menghadapi konflik dengan AS.

Pushkov menilai salah satu persiapan matang Iran yakni dengan memindahkan "hampir seluruh fasilitas rudalnya ke bawah tanah sehingga sangat sulit dijangkau."

Teheran juga selama ini terus membangun persenjataan rudal dan drone yang jumlahnya mencapai puluhan ribu unit terlepas dari sanksi yang dijatuhkan AS Cs selama ini.

"Dan mereka telah lama mempersiapkan semua ini, baik secara ekonomi maupun, bisa dikatakan, secara eksistensial," ujarnya.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |