Ilustrasi.(Magnific)
LAGA bertajuk derby Semenanjung Iberia akan tersaji pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat Portugal menghadapi Spanyol di Stadion Dallas, Arlington, Selasa (7/7) dini hari WIB. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu duel paling bergengsi di fase gugur karena mempertemukan dua tim unggulan Eropa yang sama-sama datang dengan performa impresif.
Portugal memastikan tempat di babak 16 besar setelah menyingkirkan Kroasia dengan kemenangan tipis 2-1. Sementara itu, Spanyol melaju dengan meyakinkan usai mengalahkan Austria tiga gol tanpa balas.
Drama Teknologi dan Rekor Historis Portugal
Pada laga melawan Kroasia, Portugal sempat berada dalam tekanan hebat di menit-menit akhir. Josko Gvardiol sempat mencetak gol yang nyaris memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun, melalui peninjauan teknologi sensor pada bola, gol tersebut dianulir karena Igor Matanovic dinilai menyentuh bola saat Mario Pasalic berada dalam posisi offside.
Keputusan tersebut memastikan Portugal mempertahankan keunggulan sekaligus mengakhiri perjalanan Luka Modric di turnamen ini. Cristiano Ronaldo, yang mencetak gol pertamanya di fase gugur Piala Dunia pada laga tersebut, diperkirakan tetap menjadi tumpuan utama meski sempat ditarik keluar lebih awal oleh pelatih Roberto Martinez.
Kemenangan atas Kroasia juga memiliki nilai historis bagi Selecao das Quinas. Untuk pertama kali sejak Piala Dunia 1966, Portugal berhasil memenangi pertandingan Piala Dunia setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Namun, mereka tetap harus waspada mengingat catatan buruk di babak 16 besar pada edisi 2010 dan 2018.
Soliditas Pertahanan La Roja
Di kubu lawan, Spanyol tampil sangat dominan saat menyingkirkan Austria 3-0. Mikel Oyarzabal menjadi bintang lewat dua golnya, sementara satu gol tambahan dicetak oleh Pedro Porro. Oyarzabal kini mencatatkan statistik luar biasa dengan keterlibatan dalam 23 gol dari 16 penampilan terakhirnya bersama tim nasional.
Selain tajam di depan, pertahanan tim asuhan Luis de la Fuente sangat solid. Spanyol menjadi satu dari hanya dua negara yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026, bersama tuan rumah Meksiko. Bahkan, saat menghadapi Austria, mereka tidak membiarkan lawan melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, catatan yang pertama kali terjadi di fase gugur Piala Dunia sejak final 2014.
Statistik Pertemuan: Spanyol mendominasi sejarah pertemuan dengan hanya menelan tujuh kekalahan dari 41 laga melawan Portugal. Namun, Portugal memenangi duel terakhir mereka melalui adu penalti di final UEFA Nations League 2024-2025.
Kondisi Skuad dan Prediksi Susunan Pemain
Menjelang pertandingan, Portugal berada dalam kondisi ideal. Roberto Martinez kemungkinan besar akan mempertahankan winning team saat melawan Kroasia. Goncalo Ramos, yang memiliki rasio keterlibatan gol terbaik (setiap 37 menit), diprediksi tetap menjadi senjata dari bangku cadangan. Martinez hanya perlu memutuskan pilihan di sayap kanan antara Pedro Neto, Bernardo Silva, atau Francisco Conceicao.
Spanyol juga tidak menghadapi kendala cedera serius pada pilar utamanya. Lamine Yamal, Pedro Porro, Dani Olmo, dan Aymeric Laporte dilaporkan hanya menjalani pengaturan beban latihan. Namun, Yeremy Pino (cedera bahu) dan Nico Williams (cedera otot adduktor) kemungkinan besar absen di laga ini.
Jika Pedro Porro harus diistirahatkan, Marcos Llorente siap mengisi posisi bek kanan. Secara keseluruhan, Luis de la Fuente diprediksi tetap menurunkan komposisi pemain yang sama seperti saat melumat Austria untuk meredam agresivitas Portugal. (I-2)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











