Kebakaran di TPA Jatiwaringin(Antara)
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan bahwa proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, baru akan dimulai setelah upaya pemadaman selesai sepenuhnya. Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah menghentikan penyebaran api dan meminimalisir dampak asap bagi masyarakat sekitar.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian LH, Irjen Pol. Rizal Irawan, menyatakan bahwa olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak memungkinkan dilakukan di tengah kondisi api yang masih menyala. "Fokus kita sekarang adalah pemadaman dan pencegahan penyebaran. Tidak mungkin juga kita olah TKP di sini untuk cari penyebab kebakaran," ujar Rizal di Tangerang, Minggu (5/7/2026).
Rizal menambahkan bahwa tim penegakan hukum akan diterjunkan kembali ke lokasi setelah seluruh titik api dinyatakan padam total. Ia juga mengungkapkan bahwa TPA Jatiwaringin sebenarnya telah mendapatkan sanksi administrasi pada tahun 2025 akibat tata kelola yang buruk. Pemerintah daerah setempat telah diinstruksikan untuk menerapkan sistem controlled landfill (penimbunan sampah terkendali).
Berdasarkan pantauan di lapangan, dari total lahan seluas 33 hektare, baru sekitar lima hingga enam hektare yang berhasil dikelola dengan sistem controlled landfill. Rizal mencatat bahwa titik api yang memicu kebakaran hebat ini justru berada di luar zona penanganan sampah terkendali tersebut.
Evaluasi Massal TPA di Seluruh Indonesia
Menyikapi insiden ini, KLH menjadwalkan evaluasi besar-besaran terhadap 390 TPA di seluruh Indonesia yang akan dimulai pada 1 Agustus 2026. Langkah ini bertujuan untuk memetakan tingkat ketaatan pengelola TPA terhadap standar lingkungan yang berlaku.
Operasi Gabungan dan Teknologi Pemadaman
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menjelaskan bahwa penanganan di TPA Jatiwaringin melibatkan operasi gabungan lintas unsur. Petugas menggunakan thermal drone dengan kamera inframerah untuk mendeteksi radiasi panas dan menganalisis sumber api di bawah permukaan.
Selain itu, dua mobile monitoring system dikerahkan untuk memantau kualitas udara, khususnya kadar sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), serta partikel debu PM 1.0 dan PM 2.5. Diaz mengungkapkan bahwa indeks polusi sempat menyentuh angka 1.000, jauh di atas ambang batas sehat (15,5), meski kini dilaporkan mulai menurun drastis.
Teknis Pemadaman:
- Manggala Agni: 30 personel dari Sulawesi dan Jawa Barat diterjunkan untuk melakukan teknik inject (menyuntikkan air) langsung ke titik api di bawah tumpukan sampah menggunakan peralatan high pressure.
- TMC: BNPB bersama BMKG menyiapkan skema Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mempercepat pemadaman di area terdampak yang mencapai 15 hektare.
Karakteristik kebakaran TPA yang mirip dengan lahan gambut membuat penyiraman dari permukaan dianggap kurang efektif. Oleh karena itu, bantuan tim Manggala Agni dan rencana operasi TMC diharapkan dapat segera mengendalikan situasi kedaruratan ini. (Ant/E-3)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











