Peneliti Ungkap Jenis Kanker Terkait Obesitas dan Stres

2 weeks ago 7

8000 Hoki Online Data Situs situs Slots Maxwin Vietnam Terkini Sering Lancar Menang Setiap Hari

hokikilat List Agen website Slots Gacor Vietnam Terbaru Mudah Lancar Win Terus

1000 Hoki Online Data Login server Slot Gacor Japan Terbaru Pasti Menang Non Stop

5000 hoki Data Demo web Slot Maxwin Singapore Terbaru Pasti Lancar Jackpot Online

7000 Hoki Online List Daftar situs Slot Maxwin Singapore Terpercaya Sering Lancar Menang Full Setiap Hari

9000 Hoki Online Situs situs Slot Gacor Malaysia Terbaik Sering Scatter Setiap Hari

List Akun situs Slots Maxwin Indonesia Terpercaya Gampang Menang Setiap Hari

Idagent138 Akun Slot Anti Rungkad Online

Luckygaming138 login Slot Gacor

Adugaming Id Slot Anti Rungkat Online

kiss69 Daftar Id Slot Anti Rungkad Terbaik

Agent188 login Slot

Moto128 login Akun Slot Anti Rungkad Terpercaya

Betplay138 Daftar Akun Slot Anti Rungkat Terbaik

Letsbet77 Akun Slot Maxwin Terbaik

Portbet88 Id Slot Game

Jfgaming Slot Anti Rungkat Terbaik

MasterGaming138 Akun Slot Anti Rungkad Online

Adagaming168 login Slot Anti Rungkat Terbaik

Kingbet189 login Id Slot Anti Rungkat Terpercaya

Summer138 Daftar Akun Slot Maxwin

Evorabid77 login Akun Slot Anti Rungkat Online

TEMPO.CO, Jakarta - Obesitas dan stres bisa meningkatkan risiko kanker paling agresif, begitu pernyataan sebuah penemuan baru. Para peneliti di  Universitas California Los Angeles (UCLA) menemukan neurotransmiter terkait stres dan hormon terkait obesitas mengaktifkan CREB (siklus AMP respons protein pengikat elemen) yang bisa meningkatkan pertumbuhan sel-sel kanker di pankreas.

Dalam penelitian tersebut, tikus yang memakan makanan tinggi lemak lebih mungkin mengembangkan lesi prakanker. Ketika level stres naik akibat isolasi sosial, lesi tumbuh lebih banyak lagi. Risiko kanker terkait stres lebih besar pada tikus betina.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Berdasarkan penemuan ini, para peneliti mengembangkan penggunaan pengobatan yang sudah ada untuk menurunkan risiko kanker terkait obesitas dan stres. "Akibat reseptor beta-adrenergi berperan penting dalam pertumbuhan kanker terkait stres, biasanya menggunakan beta-blocker, obat yang diresepkan untuk tekanan darah tinggi, maka bisa membantu memitigasi efek tersebut," begitu pernyataan yang dikeluarkan peneliti, dikutip dari Fox News pada 15 Maret 2025.

Kanker pankreas sendiri termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat dengan angka harapan hidup hingga lima tahun hanya 13 persen. Salah satu tantangan terbesar penyakit itu adalah sering terdeteksi pada stadium lanjut ketika penyakit sudah parah, menurut Dr. Robert Den, pengajar radiasi onkologi dan kepala staf medis di Alpha Tau Medical di Israel.

"Tak seperti jenis kanker lain, tak ada dampak skrining dini yang efektif. Jadi ketika pasien terdiagnosa, pilihan pengobatan sering terbatas," kata Den, yang tak terlibat penelitian, kepada Fox News Digital

Pemicu Keparahan Kanker

Penelitian menekankan hubungan kuat antara jiwa dan raga karena terkait perkembangan kanker. "Stres dan dampaknya bisa memperparah perkembangan penyakit dan kita tahu obesitas bisa memicu jenis-jenis kanker tertentu, berpotensi mempengaruhi respons pasien terhadap pengobatan kanker," papar Den.

Ia melanjutkan, "Pada kasus ini, kita melihat bukti stres dan obesitas bisa memicu keparahan kanker pankreas, yang bisa berimplikasi pada pencegahan dan strategi pengobatan."

Menjaga pola makan sehat dan makan secukupnya penting, tak hanya untuk mencegah kanker tapi bagi kesehatan secara umum, kata Den. "Olahraga juga penting untuk mengurangi obesitas dan stres. Tetap aktif tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik tapi juga sangat baik untuk mengurangi stres," ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |