Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, meluncurkan program pemberian makanan tambahan (PMT) melalui Dapur Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) .(Dok.Istimewa)
PEMERINTAH Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, meluncurkan program pemberian makanan tambahan (PMT) melalui Dapur Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting. Program tersebut dilaksanakan di Aula Kelurahan Makbusun, Distrik Mayamuk, Minggu (5/7).
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting dan sejumlah mitra itu menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang berada pada periode 1.000 HPK, yaitu fase paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sorong terhadap program nasional percepatan penurunan stunting sekaligus mencegah kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Selain itu, kegiatan pemberian makanan tambahan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah berjalan selama tiga tahun di Distrik Aimas dan Distrik Mayamuk.
Melalui Dapur Gizi 1.000 HPK, pemerintah daerah berharap kebutuhan gizi kelompok sasaran dapat terpenuhi sehingga mampu menekan risiko stunting di Kabupaten Sorong.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas P2KBP3A Kabupaten Sorong, Jeni Pendek, mengatakan pemberian makanan tambahan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pada masa 1.000 hari pertama kehidupan.
"Pemberian makanan tambahan merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fase paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak," ujar Jeni.
Ia menambahkan, melalui program tersebut pemerintah berharap kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat terpenuhi sehingga risiko stunting dapat ditekan.
"Ini adalah intervensi bersama yang dilakukan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan beserta para mitra. Hari ini kita melaunching pemberian makanan bergizi melalui Dapur Gizi 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Distrik Mayamuk," katanya.
Jeni berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sorong. "Semoga program ini memberikan dampak yang baik dan semakin memperkuat upaya penurunan stunting di Kabupaten Sorong. Dengan kolaborasi bersama dan intervensi yang spesifik, kami berharap angka stunting terus menurun, anak-anak semakin sehat, dan mampu mewujudkan generasi emas Indonesia 2045," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Sorong menilai pemenuhan gizi pada periode 1.000 HPK menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas, sekaligus mendukung target penurunan prevalensi stunting di daerah. (E-2)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











