Pemakaman Ali Khamenei: Bendera Merah dan Seruan Pembalasan di Teheran

5 hours ago 1
 Bendera Merah dan Seruan Pembalasan di Teheran Ilustrasi.(Al Jazeera)

PROSESI penghormatan dan pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dimulai sejak 3 Juli, diwarnai dengan lautan bendera merah yang dikibarkan para pelayat di berbagai lokasi upacara. Kehadiran simbol tersebut menegaskan suasana duka yang mendalam sekaligus ketegangan politik yang meningkat.

Dalam tradisi Syiah, bendera merah memiliki makna simbolis yang kuat sebagai lambang darah yang tertumpah secara tidak adil. Pengibarannya merupakan seruan terbuka untuk menuntut pembalasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian seseorang.

Di kawasan Grand Mosalla, Teheran, para pelayat terlihat membawa spanduk dan bendera merah bertuliskan berbagai slogan perlawanan. Di antaranya yaitu Ya Latharat al-Hussein yang berarti wahai pembalas Hussein serta slogan baru Ya Latharat al-Khamenei yang bermakna wahai pembalas Khamenei.

Ungkapan tersebut berakar dari sejarah Syiah yang mengenang wafatnya Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 M. Peristiwa bersejarah itu hingga kini diperingati setiap tahun sebagai lambang perjuangan melawan penindasan dan tirani.

Secara historis, seruan Ya Latharat al-Hussein digunakan untuk membangkitkan semangat menuntut keadilan atas darah yang tertumpah. Dalam konteks pemakaman kali ini, slogan tersebut berkembang menjadi Ya Latharat al-Khamenei yang dimaknai sebagai ajakan kolektif untuk membalas kematian mantan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Selain bendera merah, massa pelayat juga tampak membawa bendera nasional Iran serta panji kuning yang identik dengan kelompok Hizbullah. Jutaan warga diperkirakan menghadiri salat jenazah dan prosesi pemakaman Ali Khamenei beserta empat anggota keluarganya yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di kompleks kediamannya pada 28 Februari lalu.

Dalam prosesi tersebut, kehadiran keluarga inti menjadi sorotan. Hanya tiga putra Ali Khamenei yang terlihat hadir, yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa. Ketiganya mewakili keluarga dalam rangkaian penghormatan terakhir kepada sang ayah di tengah pengawalan ketat.

Di tengah berlangsungnya prosesi pemakaman, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan provokatif mengenai situasi di Iran. Ia mengaku memiliki kemampuan militer untuk menyerang saat para pemimpin Iran berkumpul, tetapi memilih untuk menahan diri.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi," ujar Trump sebagaimana dikutip dari Al Jazeera. (I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |