PBB Ingatkan Dampak Penutupan Selat Hormuz yang Terlalu Lama

3 hours ago 2

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres memperingatkan konsekuensi yang menghancurkan dari gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz pada Kamis 30 April 2026.

Dalam sebuah jumpa pers, Guterres memaparkan tiga skenario. Dalam skenario terburuk, di mana selat tersebut tetap ditutup hingga akhir tahun, inflasi global akan meroket melampaui 6 persen, dan pertumbuhan ekonomi akan anjlok ke level 2 persen.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Penderitaan yang amat besar akan melanda, terutama di kalangan populasi paling rentan di dunia. Dan kita menghadapi bayang-bayang resesi global, dengan dampak yang signifikan pada masyarakat, pada perekonomian, serta pada stabilitas politik dan sosial," kata Guterres memperingatkan.

Dia mengatakan konsekuensi ini tidak bersifat kumulatif, melainkan eksponensial. Semakin lama jalur vital ini tersumbat, semakin sulit untuk memulihkan kerusakan dan semakin tinggi biaya yang harus ditanggung umat manusia.

Bahkan dalam skenario terbaik, di mana pembatasan dicabut hari ini, rantai pasokan akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sehingga memperpanjang penurunan output ekonomi dan kenaikan harga, kata dia memperingatkan.

Menurut Guterres, dalam skenario itu pertumbuhan ekonomi global tahun ini tetap akan turun dari 3,4 menjadi 3,1 persen. Inflasi global, yang sebelumnya menurun, akan naik dari 3,8 menjadi 4,4 persen.

Pertumbuhan perdagangan barang global akan menyusut dari 4,7 persen tahun lalu menjadi sekitar 2 persen, dengan sejumlah gangguan signifikan pada rantai pasokan.

Dalam skenario kedua, di mana gangguan berlanjut hingga pertengahan tahun, pertumbuhan ekonomi global akan turun ke level 2,5 persen. Inflasi akan meningkat ke angka 5,4 persen.

Sekitar 32 juta orang lainnya akan terjerumus ke dalam kemiskinan dan 45 juta orang lainnya akan menghadapi kelaparan ekstrem, ungkap dia.

Seiring krisis Timur Tengah yang terus berlarut memasuki bulan ketiga, konsekuensinya semakin memburuk secara signifikan setiap jamnya meskipun ada gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran, ujar dia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |