Menbud Fadli Zon: Museum Pos Indonesia Jadi Ruang Edukasi Modern

19 hours ago 3
 Museum Pos Indonesia Jadi Ruang Edukasi Modern Menteri Kebudayaan Fadli Zon(Antara)

Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam melestarikan warisan budaya nasional dengan mengembangkan museum sebagai ruang edukasi dan penguatan identitas bangsa. Langkah ini ditegaskan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, saat melakukan kunjungan kerja ke Museum Pos Indonesia dan Kantor Pos Bandung di Jalan Cilaki, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda strategis Kementerian Kebudayaan untuk mendorong museum-museum tematik di Indonesia agar tetap relevan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Fadli Zon menekankan bahwa museum memiliki nilai lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda kuno.

“Museum Pos bukan hanya menyimpan koleksi, tetapi menceritakan perjalanan bangsa. Peran pos sangat penting dalam sejarah Indonesia, termasuk pada masa perjuangan kemerdekaan,” ujar Fadli Zon melalui keterangan resminya, Sabtu (05/07/2026).

Meninjau Sejarah Komunikasi dan Filateli

Dalam peninjauan tersebut, Menbud melihat langsung berbagai koleksi yang merekam jejak perkembangan layanan pos dan komunikasi di tanah air. Koleksi tersebut meliputi peralatan pos klasik, berbagai seri prangko, kotak surat (bis surat) dari berbagai era, hingga arsip-arsip bersejarah yang menjadi bukti otentik komunikasi masa lalu.

Selain museum, Fadli Zon juga mengunjungi bangunan Kantor Pos Bandung yang telah berdiri lebih dari satu abad. Mengingat statusnya sebagai cagar budaya, ia menilai bangunan tersebut memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan layak untuk diusulkan mendapatkan pengakuan sebagai cagar budaya tingkat nasional.

Penguatan Literasi dan Budaya Menulis

Menurut Menbud, museum memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat. Ia berharap keberadaan Museum Pos dapat menghidupkan kembali budaya menulis surat sebagai bentuk ekspresi personal dan sarana mempererat kedekatan antarmanusia di tengah gempuran era digital.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada tradisi filateli. Prangko dianggap sebagai bagian dari kebudayaan material yang secara visual merekam berbagai peristiwa penting serta identitas bangsa dari waktu ke waktu.

Sebagai upaya nyata penguatan literasi, Kementerian Kebudayaan mencatat keberhasilan penyelenggaraan Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan pada tahun lalu. Kompetisi tersebut diikuti oleh lebih dari 34 ribu peserta dari berbagai jenjang pendidikan, di mana seluruh surat ditulis tangan, menggunakan prangko, dan dikirimkan melalui layanan PT Pos Indonesia.

Modernisasi Museum Tematik

Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, menyambut baik kunjungan Menbud. Ia menilai dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi pihaknya untuk terus mengembangkan Museum Pos Indonesia menjadi ruang edukasi yang lebih modern dan interaktif bagi pengunjung.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata pamer, memperkuat narasi sejarah, serta mengintegrasikan teknologi digital di berbagai museum tematik. Upaya ini dilakukan agar museum semakin menarik minat publik sekaligus mampu memperkokoh identitas budaya Indonesia di kancah global. (Ant/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |