Korban Tewas Gempa Myanmar Tembus 2.700 Orang, ASEAN Kirim Tim Penyelamat

1 day ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Filipina pada Selasa mengirim tim penyelamat untuk membantu Myanmar, di mana jumlah korban tewas akibat gempa bumi besar telah melampaui 2.700 orang.

Tim penyelamat dan pekerja bantuan telah berjuang untuk menjangkau korban dan menemukan korban selamat setelah gempa berkekuatan 7,7 skala Richter melanda pada Jumat di dekat kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay. Gempa dahsyat ini menghancurkan puluhan bangunan, situs budaya kuno, serta puluhan rumah ibadah termasuk masjid dan pagoda.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Setelah bencana itu, negara-negara tetangga Asia Tenggara telah berkumpul untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Indonesia mengirim tim pencarian dan penyelamatan beranggotakan 53 orang pada Selasa, setelah pada Senin mengirim kelompok yang lebih kecil dan 12 ton bantuan kemanusiaan yang terdiri atas tenda, makanan dan persediaan logistik.

"Gempa telah menyebabkan penderitaan besar. Sampai hari ini jumlah korban tewas sekitar 2.700 orang, tetapi masih banyak orang yang harus diselamatkan," kata Suharyanto, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB), saat upacara pelepasan di Jakarta.

Gempa bumi terkuat yang melanda Myanmar dalam lebih dari satu abad merusak infrastruktur dan komunikasi penting, semakin menghambat upaya bantuan di negara yang sudah menghadapi krisis kemanusiaan akibat perang saudara yang sedang berlangsung.

Jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai 2.719 dan diperkirakan akan meningkat, kata pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa. Ia menambahkan bahwa sekitar 4.500 orang terluka dan lebih dari 400 hilang.

Gempa Jumat juga dirasakan di Thailand, di mana jumlah korban tewas mencapai 21 orang.

Sementara Filipina telah mengirim tim darurat beranggotakan 91 orang, yang mencakup anggota Angkatan Udara Filipina, Departemen Kesehatan, dan Biro Proteksi Kebakaran, untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan.

Sisanya dari kelompok itu akan berangkat pada Rabu 2 April 2025 untuk penempatan dua minggu ke Myanmar, kata Angkatan Udara Filipina (PAF) dalam sebuah pernyataan.

"Membawa serta peralatan pencarian dan penyelamatan penting dan persediaan medis, personel ini siap untuk melakukan operasi penyelamatan jiwa, memberikan bantuan medis, dan memberikan bantuan penting selama misi," kata PAF.

Malaysia, Vietnam, Laos dan Singapura telah mengirim tim mereka sendiri ke Myanmar untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung. Operasi ini dilaporkan telah diperlambat karena kurangnya alat berat, memaksa banyak orang untuk mencari korban selamat dengan tangan dalam suhu harian di atas 40 derajat Celcius.

Malaysia, yang memimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun ini, mengatakan bahwa negara-negara dari kawasan itu bekerja sama untuk mendukung Myanmar.

"Penempatan ini mencerminkan tanggapan dan komitmen ASEAN yang bersatu untuk berdiri bersama di saat sulit," kata Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataan.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |