Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps

10 hours ago 1
Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps etugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat memotong kabel utilitas di Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan penataan jaringan utilitas berupa pemotongan kabel udara dari 22 operator telekomunikasi(ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/hma)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Untuk mencapai target tersebut, Kemkomdigi terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan, termasuk memperluas pembangunan serat optik. Selain itu memperkuat layanan fixed broadband dan memanfaatkan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," jelasnya.

Nezar menegaskan pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan besar pemerintah. Meski pembangunan infrastruktur digital terus berlangsung, kata dia, laporan mengenai wilayah tanpa sinyal masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," tandasnya.

Ia menjelaskan pemerintah kini mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu dalam membangun konektivitas internet nasional.

Selain mempertahankan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal melalui program pemerintah, penguatan jaringan juga dilakukan melalui kombinasi serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit agar masyarakat memperoleh layanan internet yang semakin andal.

Menurut Nezar, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas terus meningkat. Bahkan, pengalaman saat terjadi bencana menunjukkan pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak setelah bantuan logistik.

"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari hari," tuturnya. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |