Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Tertinggi Kim Jong Un memuji tentara Korea Utara yang memilih bunuh diri daripada tertangkap basah oleh Ukraina.
Kim menyampaikan apresiasi itu saat pidato upacara menghormati para prajurit dan di hadapan keluarga mereka. Dia menyebut tentara yang bunuh diri sebagai pahlawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran," kata Kim Jong Un dalam laporan kantor berita Korut KCNA yang dikutip Reuters, Kamis (30/4).
Kim Jong Un mengatakan bahwa mereka yang selamat juga adalah para patriot.
"Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara, daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang hancur oleh peluru dan bom, mereka pun bisa disebut pejuang dan patriot setia partai," ujar dia.
Korut mengirim sekitar 14.000 tentara untuk membantu Rusia menginvasi Ukraina.
Intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat melaporkan setidaknya 6.000 tentara Korut tewas di Ukraina.
Laporan intelijen dan kesaksian pembelot menyebut banyak di antara tentara Korut yang lebih memilih untuk meledakkan diri atau cara bunuh diri lain daripada ditangkap pasukan Ukraina.
Pengerahan tentara Korut itu terjadi usai Kim dan Presiden Rusia Vladimir Putin meneken pakta pertahanan pada September 2024 lalu. Kesepakatan ini mencakup jika suatu negara dalam bahaya, negara lain bisa membantu termasuk mengirim pasukan.
Di awal-awal pengerahan, Kim dan Putin membantah perang tersebut melibatkan tentara Korut. Namun, seiring berjalannya waktu kedua pemimpin itu mengakui peran pasukan dari negara Asia Timur ini.
Sebagai balasan pengerahan pasukan dan pengiriman senjata, Korut menerima bantuan ekonomi dan teknologi militer dari Rusia.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
1















































