ilustrasi(Antara)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan bergerak cepat memberikan dukungan penanganan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan tanggap darurat guna memitigasi dampak paparan asap terhadap warga sekitar.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenkes telah memobilisasi dan mendistribusikan berbagai bantuan logistik kesehatan. Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, mengingat risiko gangguan pernapasan akibat asap kebakaran yang masih menyelimuti kawasan tersebut.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Agus Jamaludin, menegaskan bahwa bantuan logistik dan sarana kesehatan ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat.
“Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran,” ujar Agus, Minggu (5/7).
Rincian Bantuan Logistik dan Sarana Darurat
Bantuan yang dikirimkan mencakup peralatan medis esensial dan alat pelindung diri. Berikut adalah rincian logistik kesehatan yang didistribusikan:
- 15 unit oksigen konsentrator
- 6 unit oksimeter
- 3 unit air purifier
- 11.500 pcs masker bedah medis
- 5.000 pcs handscoon non-steril
Selain logistik medis, Kemenkes juga menyiapkan sarana penanganan darurat di lapangan, yang terdiri dari satu unit tenda rumah sakit lapangan ukuran 4 x 6 meter, satu unit tenda rumah sakit lapangan ukuran 6 x 8 meter, serta 10 unit veltbed.
Kesiapsiagaan Pelayanan di Lapangan
Agus menambahkan bahwa keberadaan dua unit tenda kesehatan tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung pelayanan kesehatan langsung di lokasi. Saat ini, satu tenda telah difungsikan di titik terdampak untuk melayani masyarakat secara langsung.
“Satu tenda lainnya masih kami siagakan (standby) di Puskesmas Rajeg agar sewaktu-waktu dapat segera dimobilisasi apabila muncul titik terdampak baru,” jelasnya.
Keputusan pendirian tenda layanan kesehatan ini diambil berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, serta Puskesmas Sukadiri. Pertimbangan utamanya adalah kondisi kepulan asap yang masih tebal, tingginya jumlah warga terdampak, serta jarak lokasi kebakaran yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan permanen.
Guna menjamin aksesibilitas layanan, pos kesehatan di wilayah terdampak kini telah diaktifkan selama 24 jam. Operasional posko ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan pemangku kepentingan setempat untuk memastikan warga di sekitar TPA Jatiwaringin mendapatkan penanganan medis yang memadai kapan pun dibutuhkan. (E-3)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











