Keluarga Ungkap Dugaan Dalang di Balik Pembunuhan Nus Kei

2 hours ago 2

KELUARGA memaparkan dugaan keberadaan dalang atau auktor intelektualis di balik pembunuhan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Penasihat hukum keluarga Nus Kei, Pangeran Mangkubumi, meyakini pembunuhan terhadap Nus Kei direncanakan dan dilakukan secara sistematis.

“Diduga ada pihak yang mengendalikan, ada yang membayar, ada pihak yang memerintahkan,” kata Pangeran dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pangeran menjelaskan, keluarga menduga pembunuhan atas Nus Kei berkaitan dengan agenda musyawarah daerah Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Maluku Tenggara. Agenda tersebut seharusnya dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026.

Adapun agenda utamanya adalah pemilihan Ketua DPD. Saat itu, Nus Kei yang tengah menjabat Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara berniat kembali mencalonkan diri sebagai ketua untuk periode kedua.

Orang-orang terdekat Nus Kei merasa musyawarah daerah akan berlangsung panas. Sebab, salah satu putra John Refra alias John Kei, yang bernama Mossad Kennedy Refra, berencana mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara. 

John Kei dan Nus Kei awalnya memiliki hubungan yang terjalin erat karena masih berkerabat dan sama-sama lahir di Desa Tutrean, Pulau Kei, Maluku Tenggara. Namun, keduanya berpisah kubu dan terlibat konflik yang beberapa kali memanas dalam peristiwa berdarah.

Puncak ketegangan antar keduanya adalah pembunuhan Nus Kei di Bandar Udara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara pada Ahad, 19 April 2026. Dua jam setelah penusukan, polisi langsung menangkap dua tersangka, yakni Hendrikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan. Kedua pelaku juga putra Pulau Kei.

Keluarga menduga ada keterkaitan pembunuhan Nus Kei dengan dinamika pemilihan Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara. “Bahwa ada kaitan dengan pihak-pihak yang belakangan berstatus sebagai calon kandidat lain,” ujar Pangeran.

Keluarga mengklaim memiliki bukti video dan tangkapan layar yang menunjukkan salah satu tersangka pembunuhan, Henrikus Rahayaan, berada dalam barisan orang yang menjemput Mossad Refra di bandara. Pangeran mengatakan pihaknya telah memberikan bukti tersebut kepada pihak Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atau Bareskrim Polri sebagai barang bukti tambahan.

Keluarga juga membeberkan upaya pembunuhan terhadap Nus Kei telah terjadi beberapa kali. Keluarga menduga serangan terhadap Nus Kei berpola terjadi setiap tiga tahun sekali. 

Kejadian pertama pada Juni 2020 di Perumahan Green Lake City, Tangerang. Kelompok John Kei diduga menyerang rumah Nus Kei di sana yang berujung menewaskan salah satu anggota kelompok Nus Kei. Kejadian selanjutnya terjadi pada 2023. Saat itu Nus Kei mendapat luka sayat setelah diserang di depan kantor DPD Golkar.

Sementara, puncaknya terjadi pada 2026 yang menewaskan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun. “Kami berharap bukti-bukti tambahan yang kami sertakan dapat menjadi bahan penelusuran lebih lanjut oleh kepolisian ke depannya,” kata Pangeran.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |